Makna Berkurban dalam Islam, Begini Penjelasannya

  • 28 Mei 2026 15:27 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Tgk Firdaus Muhammad dalam dialog interaktif bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Selasa 26 Mei 2026 menjelaskan pelaksanaan ibadah kurban dalam Islam memiliki ketentuan tersendiri, baik untuk kambing maupun sapi. Penjelasan itu disampaikannya dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.

Menurutnya, hukum melaksanakan kurban adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang mampu. Ibadah tersebut menjadi salah satu amalan utama pada Hari Raya Idul Adha selain pelaksanaan ibadah haji bagi umat Islam yang berada di Tanah Suci.

“Dalam hadis disebutkan tidak ada amal yang lebih baik pada hari nahar selain berkurban. Maka ibadah ini memang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan,” kata Tgk Firdaus Muhammad.

Ia menjelaskan, kambing atau domba hanya diperuntukkan bagi satu orang pekurban. Sementara sapi, kerbau, maupun unta dapat diniatkan untuk tujuh orang dalam satu kelompok.

Meski demikian, Tgk Firdaus menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terkait perbedaan pahala antara kurban satu kambing dengan kurban patungan sapi. Menurutnya, pahala kurban tetap bernilai sama di sisi Allah selama dilandasi keikhlasan dan kemampuan masing-masing.

“Yang berbeda mungkin jumlah daging dan manfaat yang diterima masyarakat. Namun dalam pahala, semuanya kembali kepada keikhlasan dan niat orang yang berkurban,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan adanya konsep sunnah kifayah dalam keluarga. Dalam satu keluarga, minimal ada satu anggota yang melaksanakan kurban, sementara pahala kurban tersebut dapat diniatkan untuk seluruh anggota keluarga.

“Kalau satu kambing tetap atas nama satu orang, tetapi pahalanya bisa diniatkan untuk keluarga bahkan sebanyak mungkin. Nabi Muhammad SAW juga pernah meniatkan pahala kurbannya untuk umat beliau,” katanya.

Selain itu, ia turut menjelaskan bahwa jamaah haji juga tetap diperbolehkan melaksanakan ibadah kurban. Sebab waktu pelaksanaan kurban berlangsung pada 10 hingga 13 Zulhijah setelah puncak ibadah haji di Arafah.

“Kalau jamaah haji ingin melaksanakan kurban juga dipersilakan, apalagi jika dilakukan di Masjidil Haram tentu pahalanya sangat besar,” tutup Tgk Firdaus Muhammad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....