Fenomena “Khalwat Dinamis” yang Marak di Kalangan Remaja
- 03 Mei 2026 08:37 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Fenomena “khalwat dinamis” yang marak di kalangan remaja menjadi perhatian serius dalam perbincangan Obrolan Seru Santai Islami (OSI) Pro 2 RRI Banda Aceh. Dalam dialog tersebut, konselor psikologi remaja, Kak Haya, mengungkapkan bahwa perilaku ini tidak hanya terjadi di ruang tertutup, tetapi juga di ruang publik seperti jalan raya dan tempat nongkrong.
Khalwat dinamis merujuk pada aktivitas berdua-duaan yang dilakukan oleh pasangan non-mahram, namun berlangsung secara terbuka dan bergerak, seperti berboncengan sepeda motor sambil bermesraan. Fenomena ini dinilai semakin mengkhawatirkan karena dianggap mulai dianggap sebagai hal yang “normal” oleh sebagian anak muda.
Secara psikologis, perilaku tersebut dipengaruhi oleh kondisi perkembangan remaja yang cenderung mengedepankan emosi dibandingkan kemampuan berpikir rasional. Remaja juga kerap mengalami ilusi privasi, yakni merasa aman melakukan hal pribadi di ruang publik, terutama saat berada di kendaraan pribadi.
| Baca juga: Begini Tips Orang Tua Pilih Daycare |
Selain itu, faktor keluarga menjadi penyebab dominan. Kurangnya komunikasi, perhatian, dan kedekatan emosional antara orang tua dan anak membuat remaja mencari pelampiasan di luar rumah. Lingkungan pergaulan serta pengaruh media sosial juga turut memperkuat perilaku tersebut.
Kak Haya menegaskan bahwa dalam perspektif nilai-nilai Islami, khalwat tetap tidak dibenarkan meskipun dilakukan di ruang terbuka. Ia juga mengingatkan pentingnya kontrol sosial dari masyarakat, namun dengan pendekatan yang persuasif dan tidak menghakimi.
“Remaja membutuhkan bimbingan, bukan sekadar larangan. Teguran yang baik dan penuh empati akan lebih diterima dibandingkan dengan cara yang keras,” ujarnya saat diwawancarai RRI pada Selasa 30 April 2026.
Ia juga mengajak orang tua untuk menjadi teladan bagi anak-anak mereka, serta membangun komunikasi yang sehat agar remaja memiliki kontrol diri yang kuat.
Di akhir dialog, Kak Haya berpesan kepada generasi muda agar mampu menjaga diri dan memahami batasan dalam berinteraksi, terutama di ruang publik.
“Motor boleh kencang, tapi rasa malu dan harga diri jangan sampai tertinggal,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....