Peluncuran Galeri Kebudayaan di Kabupaten Aceh Besar

  • 02 Mei 2026 23:46 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pelestarian budaya daerah melalui kehadiran langsung Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, pada peluncuran Galeri Budaya Aceh, di Gedung Dekranasda Aceh Besar, pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Bupati secara resmi membuka kegiatan launching situs web Galeri Budaya Aceh, yang dirangkai dengan pemutaran film serta diskusi budaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Karya Kreatif Inovatif Dana Indonesiana yang didukung Kementerian Kebudayaan.

Bupati dalam kesempatan itu menegaskan, pentingnya menjaga dan melestarikan sejarah serta budaya sebagai bagian dari identitas rakyat Aceh. Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya terbatas pada benda fisik seperti situs sejarah dan artefak, tetapi juga mencakup bahasa sebagai bagian penting dari identitas daerah dan jati diri sebuah bangsa. Menurutnya, tantangan pelestarian budaya saat ini semakin kompleks seiring dengan pengaruh urbanisasi, transmigrasi, dan perkembangan zaman yang turut memengaruhi pola kehidupan masyarakat. Ia pun mengajak semua pihak menjaga bahasa Aceh.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk merangsang dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Kita memiliki sejarah panjang dan pernah mencapai kemajuan besar di masa lalu. Karena itu, kita sebagai orang Aceh harus mengetahui dan memahami sejarah kita sendiri. Bahasa Aceh harus terus kita jaga. Generasi yang ideal adalah yang mampu memahami dan menggunakan bahasa Aceh sekaligus bahasa Indonesia. Ini penting agar jati diri kita tidak hilang,” tegasnya.

Bupati turut mengingatkan bahwa bangsa yang melupakan budaya dan bahasanya, akan kehilangan jati diri. Itu sebabnya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya Aceh.

Peluncuran situs web Galeri Budaya Aceh ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam upaya digitalisasi arsip budaya, sehingga berbagai warisan sejarah dapat terdokumentasi dengan baik dan diakses oleh masyarakat luas dari berbagai penjuru dunia.

Selain seremoni peluncuran, kegiatan ini juga diisi dengan pemutaran film bertema budaya serta diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pegiat sejarah dan budaya Aceh. Forum ini menjadi ruang dialog yang produktif dalam merumuskan langkah-langkah penguatan ekosistem budaya di Aceh.

Sementara itu Ketua Panitia, Al Kindi Mahlil Idham, menyampaikan bahwa kehadiran platform digital Galeri Budaya Aceh merupakan upaya untuk menjaga keberlanjutan dokumentasi sejarah di tengah perkembangan zaman.

“Melalui digitalisasi, benda-benda sejarah yang rentan hilang atau rusak dapat tetap terjaga dalam bentuk digital. Ini adalah langkah awal untuk memastikan warisan budaya Aceh tetap Lestari. pengembangan situs web tersebut akan terus dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari proyek berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....