Dompet Dhuafa Dorong Pemulihan Layanan Kesehatan di Pidie Jaya
- 25 Sep 2026 07:50 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kepala Wilayah Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa, Arfan Ramadhan menegaskan pihaknya terus mendorong pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana, dengan memperkuat system yang sudah ada di masyarakat setempat.
Menurutnya, pemulihan pascabencana bukan hanya tentang mengembalikan fasilitas yang terdampak, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kapasitas dan sarana untuk kembali menjalankan layanan kesehatan. Pemulihan kesehatan pascabencana membutuhkan lebih dari sekadar perbaikan fasilitas. Penguatan layanan dasar, kapasitas kader, sanitasi, dan sarana pemantauan kesehatan perlu berjalan bersama agar masyarakat dapat kembali memperoleh layanan secara berkelanjutan.
“Karena itu, kami mendorong penguatan Pos Sehat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) – Penyakit Tidak Menular (PTM), sanitasi, kader kesehatan, hingga pemantauan status gizi agar pemulihan dapat berjalan bersama masyarakat dan berkelanjutan. Walau saat ini kami hanya mampu mendampingi 1 gampong, semoga dengan dukungan pengadaan antropometri untuk 20 desa ini bisa meningkat daya juang kader kesehatan desa lainnya” jelasnya kepada RRI, pada Kamis, 24 September 2026.
Bahkan LKC Dompet Dhuafa Aceh melalui Program Recovery Kebencanaan, di Kabupaten Pidie telah melaksanakan launching dan Penguatan Program Revitalisasi Posyandu, dalam Mendukung Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabencana di Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya, pada 22 September yang lalu.
Kegiatan launching dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Dinas Kesehatan dan KB, TP-PKK Pidie Jaya, pemerintah desa, bidan desa, kader Posyandu, Kepala Puskesmas wilayah penerima Antropometri Kit, serta LKC Dompet Dhuafa Aceh. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi dalam pemulihan layanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Program dilaksanakan melalui beberapa bentuk intervensi. Di Gampong Meunasah Lhok, LKC Dompet Dhuafa Aceh melakukan pendampingan desa melalui Pos Sehat KIA-PTM, pemugaran Polindes, serta penguatan kader kesehatan desa.
Sementara itu, di Gampong Meunasah Mancang, intervensi dilakukan melalui Program Sehat Sanitasi (SEHATI) berupa rehabilitasi jamban bagi masyarakat rentan sebagai bagian dari pemulihan sanitasi pascabencana. Selain itu, LKC Dompet Dhuafa Aceh memberikan 20 set Antropometri Kit kepada 20 gampong melalui bidan desa. Dukungan tersebut ditujukan untuk memperkuat pengukuran dan pemantauan pertumbuhan serta status gizi anak di tingkat desa.
Peluncuran program turut dirangkai, dengan Seminar Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal serta Workshop Pengukuran, Interpretasi, dan Pelaporan Status Gizi Anak. Kegiatan diikuti 38 peserta yang terdiri dari Bidan Desa, Kader Posyandu, dan Kader Remaja.
Fasilitator Recovery Kebencanaan LKC Dompet Dhuafa Aceh wilayah Pidie Jaya, Uswatun Hasanahmenambahkan bahwa penguatan kapasitas menjadi bagian penting, agar sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Antropometri Kit merupakan salah satu alat penting dalam pemantauan pertumbuhan anak. Karena itu, penggunaannya perlu didukung dengan pemahaman dan keterampilan yang tepat, mulai dari cara mengukur, memastikan hasil pengukuran akurat, hingga menginterpretasikan dan mencatat hasilnya,” ujar Uswatun.
Melalui rangkaian intervensi tersebut, LKC Dompet Dhuafa Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mendorong pemulihan layanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada sarana, tetapi juga pada penguatan sistem, kapasitas masyarakat, dan keberlanjutan layanan di tingkat gampong.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....