UIN Ar-Raniry dan BPSDM Dorong Peningkatan Kompetensi Guru PAUD
- 29 Apr 2026 16:38 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, menyepakati kerja sama peningkatan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), melalui skema beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kesepakatan tersebut merupakan hasil pertemuan yang digelar di ruang rapat Rektor UIN Ar-Raniry, pada Rabu, 29 April 2026.
Kedua pihak menargetkan program ini mulai berjalan pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027, sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan anak usia dini. Pertemuan tersebut membahas penyusunan skema RPL bagi penerima beasiswa Bunda PAUD Aceh, penyusunan draft perjanjian kerja sama (PKS), serta penjadwalan sosialisasi program.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung program Pemerintah Aceh, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan usia dini. Ia menilai, kualitas PAUD di Aceh masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan SDM, infrastruktur, hingga standar layanan yang belum optimal.
“Ini bagian dari sinergi UIN Ar-Raniry dalam mendukung program pemerintah Aceh untuk masyarakat, terutama dalam peningkatan kompetensi guru PAUD. Masih ada persoalan SDM guru PAUD yang belum memenuhi standar, infrastruktur terbatas, serta layanan yang belum maksimal. Ini menjadi perhatian bersama,” katanya.
Mujiburrahman juga menyoroti sejumlah kasus di lembaga penitipan anak yang berdampak, pada kondisi psikologis dan fisik anak. Ia berharap program ini dapat menjadi bagian dari solusi. Sebagai langkah konkret, UIN Ar-Raniry membuka akses peningkatan kualifikasi akademik bagi guru PAUD melalui skema RPL, khususnya bagi mereka yang belum memiliki gelar sarjana. Program beasiswa RPL ini dirancang berlangsung selama empat tahun, dengan skema pembelajaran yang disesuaikan agar tetap memungkinkan guru menjalankan tugas mengajar.
Sementara itu Kepala BPSDM Aceh, Marthunis menyebut peningkatan kompetensi guru PAUD menjadi prioritas karena berdampak langsung pada kualitas pendidikan jangka panjang. Investasi pendidikan dengan tingkat pengembalian tertinggi ada pada usia dini. Karena itu, peningkatan kompetensi guru PAUD menjadi sangat penting.
BPSDM Aceh bersama Pemerintah Aceh, sedang mempersiapkan program beasiswa untuk mendorong guru PAUD, melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1). Menurutnya, pendekatan fleksibel seperti pembelajaran jarak jauh perlu dipertimbangkan agar tidak mengganggu proses belajar mengajar di daerah.
“Kalau guru harus kuliah secara tatap muka, lembaga PAUD bisa kehilangan tenaga pengajar. Karena itu, skema pembelajaran perlu disesuaikan. BPSDM Aceh menargetkan proses admisi dapat dimulai pada Juni 2026, sehingga peserta program sudah bisa mengikuti perkuliahan pada tahun akademik berjalan,” jelasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran BPSDM Aceh, tim Pokja terkait, pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), serta unsur akademik dan pengelola kerja sama di lingkungan UIN Ar-Raniry.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....