Balai Bahasa Aceh Gelar Koordinasi, Teken Kerja Sama, dan Sertijab Kepala Balai

  • 20 Apr 2026 13:00 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Balai Bahasa Provinsi Aceh menggelar kegiatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama serta serah terima jabatan (sertijab) Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Senin , 20 April 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Bahasa Provinsi Aceh dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, instansi pendidikan, komunitas literasi, serta mitra strategis lainnya.

Dalam sambutannya, pejabat lama Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh Drs. Umar Solikhan, M.Hum.menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak selama masa kepemimpinannya. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

“tiga tahun lebih tugas kami yang berkesan para tokoh dan maestro di wilayah gayo mengapresiasi Balai Bahasa Provinsi Aceh telah menyatukan mereka, sebelumnya mereka serasa bersaing” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh yang baru Muhammad Irsan menegaskan komitmennya untuk memperkuat program kebahasaan dan kesastraan di Aceh melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“pak umar merupakan mentor saya saat di Balai Bahasa Provinsi Sumatra Selatan, tentu kami masih akanbnayak berdiskusi dengan beliau meningkatakan kinerja Balaia Bahasa Provinsi Aceh. Kami mohon banuan dan dukungan Bapak Ibu, “ pintanya.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., dalam keterangannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud partisipasi semesta dalam memajukan pendidikan.

“Ini adalah bentuk partisipasi semesta, di mana pendidikan dasar dan menengah berupaya meningkatkan kolaborasi di seluruh daerah, terutama dengan perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, terdapat tiga lingkup utama yang menjadi perhatian. Pertama, peningkatan dan penguatan literasi masyarakat. Kedua, penguatan kedaulatan bahasa Indonesia.

“Dalam konteks kedaulatan bahasa, kita masih melihat penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang belum baik dan kurang benar. Ini menjadi perhatian bersama untuk terus diperbaiki,” katanya.

Ketiga, lanjutnya, pelestarian bahasa daerah melalui program Vitalitas Bahasa Daerah (VBD).

“Pelestarian bahasa daerah perlu terus didorong melalui pengukuran dan penguatan vitalitas bahasa daerah, agar bahasa-bahasa daerah tetap lestari dan digunakan oleh generasi muda,” ujar Hafidz.

Penandatanganan kerja sama dilakukan antara Balai Bahasa Provinsi Aceh dengan sejumlah mitra, mencakup bidang pengembangan bahasa, pelestarian sastra, serta peningkatan literasi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan prosesi serah terima jabatan yang ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan memori jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sinergi antar-lembaga semakin kuat dalam mendukung pengembangan bahasa dan sastra, termasuk pelestarian bahasa daerah di Provinsi Aceh.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, Rektor UIN Takengon Prof. Doktor Ridwan, M.C.L., serta yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar , dan Kabupaten Aceh Timur, bersama unsur pemerintah daerah, instansi Pendidikan, serta mitra strategis lainnya.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi, dalam pengembangan bahasa dan sastra di Aceh .

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....