Ribuan Warga Aceh Peringati Hari Damai di Mesjid Raya Baiturrahman

  • 15 Agt 2026 12:42 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh menghadiri peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang digelar di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu 15 Agustus 2026. Peringatan yang berlangsung dalam bentuk zikir dan doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh ulama kharismatik Aceh sekaligus Imam Masjid Raya Baiturrahman, Tgk. H. Muhammad Ali atau yang lebih dikenal sebagai Abu Paya Pasi.

Kegiatan zikir dan doa bersama berlangsung khidmat sejak pagi hingga siang hari. Ribuan jamaah memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian doa yang dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur atas terciptanya perdamaian di Aceh selama 21 tahun terakhir sejak penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Namun, situasi yang semula berlangsung tertib berubah memanas setelah kegiatan doa dan zikir selesai dilaksanakan. Kericuhan antara sejumlah massa dan aparat keamanan terjadi di halaman Masjid Raya Baiturrahman. Insiden tersebut dipicu oleh pengibaran bendera Bulan Bintang yang dilakukan oleh sejumlah peserta kegiatan. Selain bendera Bulan Bintang, tampak pula massa mengibarkan bendera putih hingga bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Massa mengibarkan bendera bulan bintang saat peringatan hari damai di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh (Foto: RRI/Munzir)

Aparat keamanan yang berada di lokasi berupaya menghentikan pengibaran bendera Bulan Bintang karena dianggap identik dengan simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Upaya tersebut memicu ketegangan antara massa dan petugas sehingga terjadi aksi saling dorong. Meski demikian, aparat berusaha mengendalikan situasi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Sementara itu, Pemerintah Aceh juga menggelar peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang dipusatkan di Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Fadhullah mengatakan, peringatan hari damai ke-21 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga perdamaian dan mendorong pembangunan Aceh yang berkelanjutan pasca dua dekade lebih proses damai berlangsung.

"Pesan kepada seluruh masyarakat Aceh mari kita jaga perdamaian ini, tidak ada keuntungan dengan keributan, kita telah rasakan pertumbuhan ekonokmi kita lambat imbas konflik pada masa lalu. Kita kini kembali lahir untuk menata diri, inilah kesempatan kita untuk kembali memulai," kata Wakil Gubernur Aceh Fadhullah kepada wartawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....