Stigma Negatif Jadi Momok bagi Anak Penderita Autis
- 30 Mar 2026 06:12 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Stigma masyarakat masih menjadi tantangan terbesar bagi anak autisme. Hal ini berdampak pada penerimaan sosial dan perkembangan anak di lingkungan. Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI Banda Aceh.
Diskusi menghadirkan orang tua dan pengelola yayasan yang peduli autisme. Kepala Yayasan Amanah Poppy Amalya, Hema Sunarja, A.Ma menyoroti pentingnya edukasi publik. “Tantangan terbesar masih pada stigma dan pemahaman masyarakat,” ujarnya, Minggu, 29 Maret 2026.
Ia menjelaskan stigma juga berdampak pada kondisi psikologis orang tua. Banyak orang tua merasa bingung dan kurang mendapatkan dukungan sosial.Menurutnya, tekanan sosial dapat memengaruhi emosi dan cara orang tua mendampingi anak. Karena itu, dukungan lingkungan menjadi sangat penting bagi keluarga.
Sementara itu, orang tua anak autisme, Prof. Dr. Ir. Melinda, SY, M.Sc, IPU, ASEAN. Eng, APEC. Eng mengakui tantangan di keluarga. Ia menilai kesabaran dan pemahaman menjadi kunci utama dalam mendampingi anak. “Tantangan di keluarga harus lebih sabar dan terus berusaha,” katanya.
Ia juga menghadapi tantangan saat berada di ruang publik. Menurutnya, masyarakat terkadang belum memahami perilaku anak autisme. Hal ini menimbulkan pandangan negatif dari lingkungan sekitar. Namun, ia menilai pemahaman masyarakat di Banda Aceh mulai meningkat. Meski begitu, sosialisasi masih perlu diperluas hingga ke daerah. Melinda berharap pemerintah meningkatkan edukasi terkait autisme kepada masyarakat.
Ia juga mendorong adanya ruang dan perlakuan yang lebih inklusif. Melalui upaya bersama, stigma terhadap anak autisme diharapkan dapat berkurang. Lingkungan yang inklusif dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....