Literasi Media Masyarakat Meningkat, namun Hoaks Masih Ada
- 27 Mar 2026 05:53 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Tingkat literasi media masyarakat dinilai semakin meningkat, namun tantangan penyebaran informasi palsu atau hoaks masih menjadi persoalan serius di era media digital.
Akademisi komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Hendra Saputra mengatakan masyarakat kini semakin sadar pentingnya memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.
“Masyarakat mulai lebih kritis dalam membaca, menonton, maupun mendengar informasi,” kata Hendra dalam dialog Banda Aceh Menyapa Senin 16 Maret 2026.
Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah hambatan dalam literasi media, seperti kecenderungan mempercayai informasi yang sesuai dengan keyakinan pribadi atau bias konfirmasi.
Selain itu, algoritma media sosial juga membuat masyarakat sering terpapar informasi yang sama secara berulang tanpa melihat sudut pandang berbeda.
Hendra mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima dengan mengecek sumber berita serta membandingkan dengan media lain yang kredibel.
Ia juga menyarankan masyarakat melakukan evaluasi sederhana sebelum membagikan informasi.
“Lihat judulnya apakah provokatif, cek sumbernya apakah media resmi, dan pikirkan dampaknya apakah informasi itu bermanfaat atau justru memecah belah,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda khususnya mahasiswa harus menjadi agen penyaring informasi, bukan sekadar penyebar informasi di media sosial.
Dengan demikian, literasi media yang baik diharapkan dapat membantu menciptakan ruang informasi yang sehat serta mendukung penyiaran yang kredibel dan beretika di Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....