Densus 88 Perkuat Daya Tangkal Radikalisme Digital untuk Guru di Aceh

  • 01 Sep 2026 21:25 WIB
  •  Banda Aceh
Poin Utama
  • Densus 88 AT Polri membekali 102 tenaga pendidik di Aceh dengan literasi digital dan wawasan kebangsaan.
  • Guru didorong menjadi garda terdepan dalam menangkal radikalisme digital.
  • Kolaborasi Densus 88 dan BGTK Aceh diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk mendeteksi dan mencegah indikasi radikalisme sejak dini.

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Tim Pencegahan Satgaswil Aceh Densus 88 Anti Teror (AT) Polri terus memperluas ruang gerak pencegahan intoleransi dan radikalisme di dunia pendidikan. Sebanyak 102 tenaga pendidik dari berbagai wilayah di Aceh dibekali literasi digital dan pemahaman wawasan kebangsaan dalam kegiatan yang digelar di Banda Aceh, Senin 31 Agustus 2026.

Anggota Tim Pencegahan Satgaswil Aceh Densus 88 AT Polri, AIPDA Azwar, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya peran guru dalam memfilter paparan informasi negatif yang kini masif di media sosial. Menurutnya, literasi digital menjadi benteng utama peserta didik dari ancaman paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme (IRET), hingga Nihilistic Violent Extremism (NVE). ‎

‎ "Tantangan di era digital sangat nyata. Narasi-narasi radikal kerap memengaruhi pola pikir siswa lewat media sosial. Karena itu, guru harus memiliki kemampuan menyaring informasi sekaligus memberikan pendampingan dan komunikasi positif jika melihat gejala pengaruh negatif di lingkungan sekolah maupun ruang digital," ujar Azwar. ‎

‎ Melalui kegiatan bertajuk Evaluasi, Refleksi, dan Rencana Tindak Lanjut Pasca Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir Tahun 2026 ini, Densus 88 mendorong para guru untuk merumuskan langkah konkret dalam menangani indikasi radikalisme sejak dini. ‎ ‎

Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Aceh, Muhammadi, S.Kom., M.Si., menyambut baik kolaborasi bersama aparat kepolisian tersebut. Ia berharap sinergi ini melahirkan guru-guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan belajar dari bahaya paham ekstrem. ‎

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....