Pertamina Pastikan Stok BBM di Aceh Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

  • 05 Mar 2026 14:33 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pernyataan mengenai ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang berada di kisaran 20 hari oleh Menteri ESDM Bahlil sempat memunculkan keresahan di tengah masyarakat. Di sejumlah wilayah Aceh seperti Takengon dan Banda Aceh bahkan mulai terlihat gejala panic buying sebagai respons atas kekhawatiran akan potensi kelangkaan BBM.

Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, menjelaskan bahwa angka 20 hari yang dimaksud merupakan cadangan operasional BBM, bukan menunjukkan keterbatasan pasokan. Menurutnya, kapasitas penyimpanan yang tersedia sebenarnya dapat menampung pasokan BBM hingga sekitar 25 sampai 26 hari.

“Dua puluh hari yang dimaksud adalah cadangannya. Secara storage kita bisa menampung hingga 25 sampai 26 hari. Angka 20 hari ini sebenarnya memang sudah dari dulu begitu,” kata Misbah dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Kamis 5 Maret 2026.

Misbah juga mengilustrasikan kondisi tersebut dengan analogi sederhana terkait kapasitas tangki kendaraan. Ia menjelaskan bahwa meskipun kebutuhan bahan bakar bisa lebih banyak, kapasitas penyimpanan memiliki batas tertentu yang tidak bisa dilampaui.

“Seperti tangki motor yang hanya mampu menampung empat liter. Katakanlah itu cukup untuk empat hari. Walaupun kita ingin mengisi lebih, kapasitas tangkinya tetap hanya bisa menampung empat liter,” ujarnya.

Pertamina pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pasokan BBM dipastikan tetap tersedia dan distribusi berjalan normal, sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....