Syariat Islam di Aceh Jalan, tapi Kenakalan Remaja Mengkhawatirkan
- 28 Feb 2026 22:06 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam dan Dai Dinas Syariat Islam Aceh, Ustaz Dr. Fikri bin Sulaiman Ismail, menyoroti tantangan edukasi generasi muda di tengah penerapan syariat Islam di Aceh. Hal itu disampaikannya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Selasa 24 Februari 2026.
Menurutnya, persoalan pembinaan anak dan remaja menjadi isu yang tidak hanya terjadi di Aceh, tetapi juga di berbagai daerah lain. Namun di Aceh, tantangan tersebut memiliki konteks khusus karena daerah ini menerapkan syariat Islam secara formal melalui qanun yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade.
“Kita sering mempertanyakan, mengapa setelah penerapan syariat Islam secara formal selama 26 tahun, masih ada pelanggaran yang terjadi di lapangan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sebagian pelanggaran yang ditemukan justru dilakukan oleh kalangan usia sekolah dan mahasiswa. Kondisi ini, kata dia, menjadi perhatian serius bagi pihaknya dalam merancang pendekatan dakwah dan penyuluhan yang lebih efektif.
“Bagaimana dakwah dan edukasi kita benar-benar bisa sampai dan dipahami oleh generasi muda, itu yang terus menjadi bahan pemikiran kami,” katanya.
Ustaz Fikri mengakui, kekhawatiran terhadap perilaku anak dan remaja juga dirasakan banyak orang tua. Karena itu, ia menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama pendidikan karakter.
Ia mengutip prinsip dalam Al-Qur’an, “Quu anfusakum wa ahlikum nara” (jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka), sebagai dasar tanggung jawab bersama dalam membina generasi.
Menurutnya, penerapan syariat secara formal harus dibarengi dengan penguatan edukasi, keteladanan, dan pembinaan di lingkungan keluarga serta lembaga pendidikan.
“Syariat tidak cukup hanya dalam bentuk aturan, tetapi harus hidup dalam kesadaran dan karakter masyarakat, terutama anak-anak dan remaja,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....