MPU: Mahar Pernikahan Harus Sesuai Kemampuan, Jangan Memberatkan!

  • 31 Jan 2026 13:54 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tg. Faisal Ali, menyoroti tingginya harga emas yang membuat mahar pernikahan menjadi beban bagi sebagian warga Aceh. Pernyataan ini disampaikan dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Rabu (28/1/2026).

Menurut Faisal, masalah muncul terutama ketika mahar menggunakan emas yang nilainya terus berfluktuasi. “Kalau untuk investasi, harga emas tinggi atau rendah tidak menjadi masalah. Tapi bagi orang yang ingin menikah, ini bisa menjadi problem,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa dalam Islam, Rasulullah menganjurkan agar mahar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, disesuaikan dengan kemampuan calon pengantin laki-laki.

Faisal menyoroti ketidakselarasan antara pendapatan dan besaran mahar yang kerap terjadi saat ini. “Masalah muncul ketika orang berpendapatan rendah memaksakan mahar tinggi, mengikuti tren atau gengsi sosial, padahal kemampuan finansial mereka tidak mencukupi,” kata Faisal.

Ia menambahkan, masyarakat sering lupa melihat kemampuan sendiri dan terlalu terpengaruh standar kemegahan di lingkungan sekitar.

Bagi mereka yang mampu secara finansial, memberikan mahar tinggi kepada calon istri dan keluarganya dianggap wajar dan bisa menjadi bentuk kemuliaan dan penghormatan. Namun bagi masyarakat berpendapatan rendah, sebaiknya menyesuaikan mahar sesuai kemampuan agar tidak menjadi beban.

Faisal menegaskan, yang penting adalah menyesuaikan mahar dengan posisi masing-masing, jangan mengikuti tren atau membandingkan dengan orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....