Hutan Hancur, Bencana Aceh Bisa Lebih Dahsyat
- 31 Jan 2026 01:17 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Aceh merupakan wilayah yang rawan terhadap segala jenis bencana, mulai banjir, longsor, hingga tsunami, bahkan potensi lokal seperti erupsi gunung api Selawah Agam dan Selawah Dara, serta ancaman di gunung api Burni Telong Bener Meriah dan gunung api Jaboy Sabang. Hal itu disampaikan Dr. Ir. T. Muhammad Zulfikar, S.T., M.P., IPU, akademisi, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh dalam program KHUPIE SARENG PODCAST Episode #28.
Menurut Zulfikar, masyarakat dan pemerintah harus bersinergi untuk menjaga alam dan menyiapkan diri menghadapi bencana. Ia menyoroti bahwa pembiaran kecil, seperti penebangan pohon sembarangan, dapat menimbulkan dampak besar jika ditiru banyak orang.
“Satu potong kayu diikuti ribuan potong lainnya, akhirnya hutan kita hancur. Ini menjadi titik balik bagi Aceh,” tegasnya.
Akademisi ini mengingatkan bahwa Aceh telah menjadi lokasi studi dan penelitian bencana internasional sejak tsunami 2004. Namun, ia menyesalkan bahwa hingga 2025, masyarakat lokal masih belum sepenuhnya mampu mengelola risiko bencana secara mandiri.
“Sayang sekali jika kita tidak belajar dari pengalaman sebelumnya,” ujarnya.
Zulfikar juga menekankan perlunya respon cepat pasca-bencana, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Rumah yang rusak harus segera dibangun kembali, paling tidak secara sementara, agar kehidupan korban kembali normal.
Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah mengambil tindakan tegas dan cepat, sambil memberi pemahaman kepada masyarakat agar bisa menghadapi dampak bencana dengan baik.
“Kalau Presiden mampu, mudah-mudahan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat juga mampu menyiapkan diri menghadapi risiko ini,” kata Zulfikar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....