Dilema Perempuan Muda Antara Passion dan Harapan Keluarga

  • 29 Jan 2026 21:04 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) PII Wati Aceh, Haifa Ghalda, menyoroti dilema yang kerap dihadapi anak muda, khususnya perempuan, dalam menentukan pilihan hidup di tengah tuntutan orang tua dan tekanan lingkungan sekitar. Menurutnya, banyak generasi muda berada pada posisi serba salah antara mengikuti passion pribadi atau memenuhi harapan keluarga.

Haifa dalam dialog interaktif Cek Cerita Kamu, Rabu (28/1/2026) menjelaskan, pola asuh orang tua dari generasi sebelumnya masih sangat lekat dengan pandangan bahwa profesi yang dianggap aman dan menjanjikan adalah seperti PNS atau dokter. “Sering kali ketika anak memilih jalan yang berbeda, misalnya di bidang kreatif seperti videografi, fotografi, atau seni, itu dianggap tidak pasti. Padahal, bukan karena anak tidak suka, tapi memang tidak ingin berada di jalur itu,” ujarnya.

Perempuan usia muda, kata Haifa, juga menghadapi tekanan sosial dari lingkungan pertemanan sebaya. Dalam banyak kasus, keputusan sederhana seperti menolak ajakan nongkrong atau memilih berbeda dari circle dapat menimbulkan konflik. “Kalau kita bilang tidak, sering kali langsung dicap sombong, berubah, atau dibilang punya teman baru. Itu jadi beban tersendiri, apalagi bagi perempuan,” kata Haifa.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat banyak anak muda akhirnya memilih untuk mengiyakan sesuatu yang sebenarnya tidak mereka inginkan demi menjaga relasi. “Mau tidak mau kita bilang iya, walaupun sebenarnya kita tidak mau. Karena kalau menolak, problem ke depannya bisa panjang, dijauhi, bahkan digosipkan,” ucapnya.

Menurut Haifa, persoalan ini menunjukkan pentingnya komunikasi yang sehat antara anak dan orang tua, serta keberanian anak muda untuk memahami dan memperjuangkan pilihannya secara bijak. “Ini bukan soal durhaka atau membantah, tapi bagaimana menyampaikan keinginan dengan cara yang baik dan saling menghargai,” jelasnya.

Haifa berharap ke depan akan ada ruang dialog yang lebih terbuka, baik di keluarga maupun di lingkungan sosial, agar generasi muda tidak terus-menerus berada dalam tekanan. “Setiap anak punya jalan masing-masing. Yang penting itu proses, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam pilihan hidupnya,” tutup Haifa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....