Kemenag Aceh Besar Lanjutkan Pembinaan WBP Lapas Lhoknga
- 27 Jan 2026 16:32 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Besar - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, kembali menandatangani perjanjian kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga, untuk pembinaan kerohanian dan keagamaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dalam program "Penyuluh Masuk Penjara". Perjanjian kerjasama ditandangani langsung Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar, Saifuddin dan Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, di Lapas setempat, pada Selasa (27/1/2026).
Saifuddin mengatakan, kolaborasi pembinaan keagamaan di Lapas Lhoknga telah berlangsung sejak 2022 dan terus berlanjut hingga kini. Kementerian Agama memiliki mandat untuk melakukan pembinaan keagamaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dalam beragama sekaligus menjaga harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Ini bukan kerjasama baru, tapi kesinambungan dari ikhtiar yang sudah kita bangun sejak beberapa tahun terakhir. Penyuluh agama Islam ini adalah garda terdepan. Mereka hadir membina masyarakat, baik di gampong-gampong maupun di balik tembok Lapas. Karena itu, Kemenag wajib hadir memberi pendampingan moral maupun spiritual, agar orang-orang yang menjalani hukuman ini kelak kembali ke masyarakat dalam keadaan yang lebih baik,” jelas Saifuddin.
Adapun dalam implementasinya, penyuluh agama Islam dari Kantor Urusan Agama di Aceh Besar secara rutin melakukan pembinaan dua kali dalam sepekan. Setiap Selasa dikhususkan untuk warga binaan perempuan, sementara Rabu untuk warga binaan laki-laki. Pembinaan dari mengajarkan baca tulis Al Qur’an, akidah, akhlak, serta bimbingan rohani yang membangun karakter.
Sementara itu Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni menyebut saat ini terdapat sekitar 270 warga binaan di Lapas Lhoknga. Ia menilai program pembinaan kerohanian itu sangat layak untuk terus dilanjutkan sebagai bekal perubahan perilaku warga binaan.
“Program ini sangat bermanfaat. Banyak warga binaan kami yang setelah kembali ke tengah masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik dan aktif dalam kegiatan keagamaan di kampung masing-masing,” kata Husni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....