BMKG Deteksi 175 Titik Panas di Aceh

  • 25 Jan 2026 14:16 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Besar — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mencatat sebanyak 175 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Provinsi Aceh hingga pukul 07.00 WIB, Minggu (25/1/2026). Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Prakirawan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasyithah Az Zahra, mengatakan wilayah dengan tingkat kepercayaan hotspot paling tinggi saat ini berada di Kabupaten Nagan Raya. Selain itu, terpantau satu titik panas di Aceh Barat Daya serta dua titik panas di Kabupaten Aceh Barat.

“Jika dibandingkan beberapa hari sebelumnya, jumlah titik panas meningkat cukup tajam. Sebelumnya terpantau sekitar 121 titik, sementara hari ini meningkat menjadi 175 titik panas di wilayah Provinsi Aceh,” kata Nasyithah.

Berdasarkan hasil pemantauan, peningkatan titik panas tersebut diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan, khususnya di wilayah Aceh Barat. Luasan area panas yang terdeteksi menunjukkan indikasi adanya kebakaran lahan yang sedang berlangsung.

“Dari kondisi saat ini, wilayah Aceh Barat terpantau mengalami peningkatan suhu permukaan akibat adanya pembakaran lahan,” jelasnya.

Prakirawan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasyithah Az Zahra. (Foto: DOk untuk RRI)

Sementara itu, terkait kondisi cuaca, BMKG memprakirakan cuaca Aceh secara umum cerah berawan dari pagi hingga siang hari. Namun, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian wilayah Aceh bagian barat, sebagian wilayah tengah, serta sebagian kecil wilayah timur Aceh.

BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama angin kencang yang berpeluang terjadi pada siang hingga menjelang sore hari.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar rumah pada siang hari jika tidak mendesak, guna menghindari paparan sinar matahari langsung serta risiko cuaca ekstrem,” tutup Nasyithah.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....