Ramadhan Ajarkan Cinta Suci lewat Jalur Taaruf
- 16 Mar 2026 10:21 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Di tengah suasana Ramadhan yang kian khusyuk, masjid-masjid di Aceh dipenuhi jemaah yang tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menata hati. Tahun ini, satu tema mengemuka dalam sejumlah kajian remaja dan majelis taklim, yakni berkah Ramadhan tanpa rahasia, termasuk dalam hal urusan cinta.
Sejumlah tokoh pengajian menilai Ramadhan menjadi momentum kejujuran spiritual. Ketika pintu amal terbuka lebar dan niat diluruskan, menyembunyikan cinta yang halal justru dapat menimbulkan beban batin.
“Cinta yang suci tidak melanggar syariat. Jika sudah ada kecocokan dan niat untuk menikah, membicarakannya dengan wali melalui jalur yang benar merupakan bagian dari takwa,” kata Mulyadi, SHI, MH, Wakil Direktur Wilayah LPPEKIN BKPRMI Aceh, saat diwawancarai RRI, Minggu 15 Maret 2026.
| Baca juga: Kemenag Aceh Besar Santuni Anak Yatim |
Menurut Mulyadi, di kalangan pemuda BKPRMI pesan tersebut diterjemahkan secara praktis dengan menghindari pacaran tersembunyi yang rawan menimbulkan fitnah. Sebagai gantinya, pemuda didorong mengutamakan proses taaruf yang transparan dengan melibatkan keluarga.
Beberapa ranting BKPRMI bahkan menggelar halaqah bertema “Dari Taaruf ke Akad” dengan menghadirkan psikolog dan kadhi sebagai pemateri. Diskusi tersebut menekankan pentingnya tanggung jawab, kesiapan mental, serta keberkahan waktu dalam membangun rumah tangga.
Ia menjelaskan, fenomena “cinta sembunyi-sembunyi” kerap muncul karena rasa takut ditolak atau belum siap melangkah ke jenjang serius. Namun, Ramadhan justru mengajarkan keterbukaan kepada Allah, meluruskan niat, dan menjauhi hal-hal yang berpotensi melanggar syariat.
“Cinta yang arahnya benar seharusnya diperlakukan secara terhormat: diakui, dimusyawarahkan, dan diarahkan menuju ikatan yang sah. Bukan diumbar, tetapi juga tidak dirahasiakan dari pintu yang tepat,” ujarnya.
Menurutnya, banyak remaja merasakan ketenangan setelah memilih terbuka kepada orang tua. Energi yang sebelumnya dihabiskan untuk menyembunyikan hubungan kini dapat dialihkan pada kegiatan ibadah seperti tilawah Al-Qur’an dan sedekah.
“Di Aceh yang menjunjung syariat dan adat, cinta suci tidak perlu disembunyikan, cukup dijaga. Sebab rahasia yang berlarut bukan bukti kesucian, melainkan berpotensi menimbulkan fitnah,” kata Mulyadi menutup pernyataannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....