Menguatkan Solidaritas untuk Saudara Penyintas di tengah Ramadan
- 11 Mar 2026 10:47 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Bulan Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat, terutama kepada saudara-saudara penyintas yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah menghadapi berbagai musibah. Hal ini disampaikan Khairul Asbah, S.H. selaku kepala kantor DT peduli Aceh dalam dialog bersama Pro2 RRI Banda Aceh, pada Selasa, 11 Maret 2026.
Ia menyampaikan bahwa Ramadan bukan hanya tentang meningkatkan ibadah secara pribadi, tetapi juga tentang memperkuat rasa empati terhadap sesama. Menurutnya, nilai solidaritas sangat penting ditumbuhkan agar masyarakat tidak melupakan mereka yang sedang mengalami kesulitan.
“Ramadan mengajarkan kita untuk merasakan penderitaan orang lain. Di sekitar kita masih banyak saudara penyintas yang membutuhkan dukungan, baik secara moral maupun materi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa semangat berbagi yang tumbuh di bulan Ramadan seharusnya dimanfaatkan untuk membantu para penyintas agar dapat bangkit kembali. “Bentuk solidaritas tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, seperti penggalangan bantuan, pembagian kebutuhan pokok, hingga dukungan psikologis,” jelasnya.
Selain itu, Asbah juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan saling menguatkan di tengah masyarakat. Menurutnya, solidaritas yang dibangun secara bersama-sama akan memberikan kekuatan bagi para penyintas untuk menghadapi masa depan dengan lebih optimis.
“Ketika kita saling membantu dan peduli, maka luka yang dirasakan para penyintas akan terasa lebih ringan. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menumbuhkan semangat kebersamaan itu,” katanya.