Qur’an Time: Ngabuburit Sambil Perkuat Iman Ramadan

  • 08 Mar 2026 14:33 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Mengisi waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dengan lebih dekat kepada Al-Qur’an. Hal ini disampaikan oleh M. Zulfadhli Alfasiy, Wakil Direktur LPPDSDM BKPRMI Aceh, dalam program siaran Tauladan (Tanya Jawab di Bulan Ramadan) di RRI Banda Aceh melalui Programa 2 RRI Banda Aceh, Sabtu (7/3/2026).

Dalam dialog bertajuk “Qur’an Time: Recharge Iman Sambil Ngabuburit Ayat”, Zulfadhli menjelaskan bahwa Ramadan merupakan momentum terbaik untuk membangun kembali kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an. Menurutnya, aktivitas sederhana seperti membaca dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an dapat menjadi cara efektif untuk “mengisi ulang” iman selama bulan suci.

“Ramadan sering disebut sebagai bulan Al-Qur’an karena pada bulan inilah kitab suci itu pertama kali diturunkan. Oleh karena itu, memperbanyak membaca dan memahami Al-Qur’an menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat kerap memaknai ngabuburit sebatas aktivitas menunggu waktu berbuka dengan jalan-jalan atau berburu takjil. Padahal, waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih bernilai spiritual, seperti membaca Al-Qur’an, mendengarkan kajian, atau melakukan tadabbur ayat.

Menurut Zulfadhli, tidak ada ketentuan bahwa seseorang harus langsung membaca Al-Qur’an dalam jumlah banyak. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam membaca, meskipun dimulai dari jumlah yang kecil.

“Tidak harus satu juz setiap hari. Bahkan satu ayat pun jika dibaca dengan pemahaman dan direnungkan maknanya sudah sangat baik. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan yang berkelanjutan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an tidak hanya berfokus pada pelafalan, tetapi juga pada pemahaman makna dan penerapan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan cara tersebut, Al-Qur’an dapat menjadi pedoman hidup yang membentuk karakter dan perilaku sehari-hari.

M. Zulfadhli Alfasiy, Wakil Direktur LPPDSDM BKPRMI Aceh, dalam program siaran Tauladan (Tanya Jawab di Bulan Ramadan) di RRI Banda Aceh melalui Programa 2 RRI Banda Aceh, Sabtu (7/3). Foto : RRI/Lis

Selain itu, Zulfadhli menyoroti fenomena sebagian orang yang merasa sulit fokus ketika membaca Al-Qur’an, seperti mudah mengantuk atau terdistraksi. Menurutnya, hal itu sering kali dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang lebih banyak diisi dengan aktivitas digital atau hiburan.

“Kebiasaan yang sudah terbentuk sebelumnya memengaruhi cara kita berinteraksi dengan Al-Qur’an. Karena itu, Ramadan bisa dijadikan titik awal untuk membangun kebiasaan baru yang lebih baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung penggunaan perangkat digital untuk membaca Al-Qur’an. Menurutnya, membaca melalui telepon genggam diperbolehkan, selama tetap menjaga adab terhadap kitab suci.

Ia mengingatkan bahwa yang paling penting bukan hanya membaca Al-Qur’an, tetapi menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan. Ketika nilai-nilai Al-Qur’an diterapkan dalam kehidupan, di situlah sebenarnya iman kita sedang diperkuat,” ujar Zulfadhli.

Melalui program siaran Ramadan tersebut, ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan waktu ngabuburit dengan kegiatan yang lebih bermanfaat secara spiritual, sehingga Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga momentum memperbaiki kualitas iman dan ibadah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....