Ramadan Produktif Butuh Target dan Pembiasaan

  • 06 Mar 2026 19:53 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus produktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Bulan suci ini tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan memperbanyak amal dan memperbaiki diri.

Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Rizki dalam dialog keagamaan di Radio Republik Indonesia Pro 2 Banda Aceh. Ia menjelaskan bahwa seluruh aktivitas di bulan Ramadan dapat bernilai ibadah apabila diniatkan dengan baik.

“Dalam kondisi Ramadan itu semuanya dikatakan sebagai ibadah, dari mulai sahur sampai berbuka. Namun ibadah itu harus tetap dilakukan secara produktif,” ujar Rizki.

Ia menegaskan bahwa pemahaman produktif dalam Ramadan bukan berarti bermalas-malasan dengan alasan ibadah. Menurutnya, sebagian orang keliru menafsirkan bahwa tidur sepanjang hari juga termasuk ibadah.

Padahal, kata Rizki, Ramadan justru menjadi waktu untuk meningkatkan kualitas aktivitas yang bernilai kebaikan. Misalnya dengan membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat.

“Misalnya membaca Al-Qur’an kita punya target, dalam satu bulan Ramadan itu berapa kali khatam. Target ini penting supaya ibadah kita lebih terarah,” katanya.

Ia menambahkan, penentuan target menjadi kunci agar seseorang tetap konsisten dalam menjalankan ibadah selama Ramadan. Dengan adanya target, umat Islam dapat mengatur waktu antara ibadah, pekerjaan, dan aktivitas lainnya.

Menurut Rizki, bekerja atau mencari nafkah juga merupakan bagian dari ibadah selama dilakukan dengan niat yang benar. Karena itu, umat Islam tidak perlu meninggalkan aktivitas rutin seperti bekerja atau belajar selama Ramadan.

“Ketika kita keluar rumah untuk bekerja dan menafkahi keluarga, itu juga bagian dari ibadah. Yang penting kita niatkan karena Allah,” ucapnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya manajemen waktu agar ibadah tidak tertinggal di tengah kesibukan. Salah satunya dengan menjaga kedisiplinan menjalankan salat tepat waktu ketika azan berkumandang.

Rizki juga mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak pada kebiasaan begadang tanpa tujuan yang jelas. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membuat tubuh lelah dan mengurangi produktivitas pada keesokan hari.

“Begadang boleh saja jika ada manfaatnya. Tapi kalau sampai mengganggu kesehatan dan aktivitas esok hari, tentu itu tidak baik,” katanya.

Ia berharap Ramadan dapat dimanfaatkan sebagai momentum pembiasaan diri dalam menjalankan ibadah secara konsisten. Dengan pembiasaan tersebut, nilai-nilai kebaikan yang dilakukan selama Ramadan diharapkan dapat terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....