Media Sosial Dinilai Perkuat Tekanan Quarter Life Crisis

  • 06 Mar 2026 19:32 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Fenomena quarter life crisis pada generasi muda dinilai semakin kuat seiring dengan pengaruh media sosial yang memperlihatkan berbagai pencapaian orang lain secara instan.

Direktur Wilayah LPPEKOP BKPRMI Aceh, Reza Muttaqin mengatakan generasi muda saat ini hidup dalam lingkungan digital yang membuat perbandingan sosial terjadi lebih cepat dan luas. Hal itu disampaikannya dalam dialog program Tauladan di Radio Republik Indonesia Pro 2 Banda Aceh pada Kamis 5 Maret 2026.

“Generasi sekarang berhadapan setiap hari dengan media sosial. Mereka melihat berbagai pencapaian orang lain dan sering membandingkannya dengan diri sendiri,” katanya.

Menurutnya, perbandingan tersebut kerap memicu rasa tidak percaya diri dan kekhawatiran berlebihan terhadap masa depan. Padahal, setiap individu memiliki proses dan perjalanan hidup yang berbeda.

Ia menilai tekanan sosial ini dapat memicu overthinking apabila tidak disertai dengan kemampuan mengelola emosi dan pola pikir secara sehat.

“Berpikir itu tidak masalah, tetapi cara berpikir yang salah yang membuat seseorang menjadi bermasalah,” ujarnya.

Selain itu, Reza juga menyoroti pentingnya memahami diri sendiri sebelum menentukan target hidup. Menurutnya, banyak anak muda yang menetapkan tujuan tanpa memahami potensi dan kemampuan yang dimiliki.

Sebagai contoh, seseorang yang ingin berprofesi sebagai dokter harus memahami tanggung jawab serta kesiapan mental dalam menghadapi dunia medis.

“Pemahaman diri sangat penting sebelum menentukan tujuan hidup. Jika tidak, seseorang akan mudah kecewa ketika realitas tidak sesuai dengan harapan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa emosi seperti rasa takut atau khawatir merupakan bagian dari sifat manusia yang normal. Namun, emosi tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi tekanan mental yang berlebihan.

“Takut itu wajar. Tetapi jika berlebihan, itu yang harus kita kendalikan,” katanya.

Reza berharap generasi muda dapat membangun pola pikir yang lebih sehat dengan fokus pada proses dan usaha yang sedang dijalani, serta tidak mudah terpengaruh oleh perbandingan sosial di media digital.

“Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Yang penting adalah terus berusaha dan memperbaiki diri,” tutupnya.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....