Teladan Orang Tua Tentukan Karakter Anak

  • 03 Mar 2026 07:06 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Pendidikan ibadah anak di bulan Ramadan dinilai tidak cukup hanya dengan nasihat. Keteladanan orang tua serta dukungan lingkungan menjadi faktor utama dalam membentuk karakter religius anak.

Hal tersebut disampaikan dr. Teuku Andi Syahputra, M.K.M saat menjadi narasumber dalam program Tauladan di RRI Pro 2 Banda Aceh. Ia menekankan bahwa anak cenderung meniru apa yang dilihat, bukan sekadar mendengar apa yang diperintahkan.

“Kalau kita sedang marah, sebisa mungkin jangan berucap di saat itu. Energi negatif itu akan ditangkap anak dan bisa ia tiru di waktu lain,” kata dr. Andi saat diwawancarai RRI Senin 23 Februari 2026.

Menurutnya, komunikasi yang lembut harus diawali dengan kesiapan emosi orang tua. Jika dalam kondisi tidak stabil, lebih baik menenangkan diri sebelum memberi nasihat kepada anak.

Ia menjelaskan, dalam keluarga terdapat berbagai peran yang saling melengkapi. Ayah dan ibu perlu bersepakat dalam pola asuh agar tidak terjadi tarik-menarik peran yang membuat anak bingung.

“Kalau hanya ada satu variabel, misalnya single parent, maka karakter anak sangat dipengaruhi oleh sosok tersebut. Buah tidak jauh dari pohonnya,” ujarnya.

Selain keluarga inti, dr. Andi juga menyoroti pengaruh lingkungan pergaulan dan teknologi. Ia mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan tontonan menjadi tuntunan.

“Kita kadang salah memposisikan tontonan menjadi tuntunan. Padahal tuntunan itu ada dalam Al-Qur’an dan hadis,” jelasnya.

Ia juga menilai, komunikasi langsung antara orang tua dan anak tidak boleh tergantikan oleh teknologi. Kurangnya interaksi dapat berdampak pada perkembangan bahasa dan sosial anak.

“Perkembangan anak itu bukan hanya soal bisa berjalan atau menulis. Bahasa dan personal sosial juga penting. Kalau jarang diajak bicara, itu bisa memengaruhi tumbuh kembangnya,” katanya.

Di akhir dialog, dr. Andi mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua yang berkualitas. Ia menekankan pentingnya kesiapan bio-psiko-sosial sebelum membangun keluarga.

“Kita akan tua. Jadi persiapkan diri dari sekarang. Tidak hanya finansial, tapi juga kesiapan biologis, psikologis, dan sosial agar bisa menjadi teladan bagi generasi berikutnya,” tutupnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....