Muhasabah Diri Bekal Iman menuju Akhirat Lebih Bermakna
- 28 Feb 2026 21:52 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Refleksi diri atau muhasabah menjadi pesan penting dalam kehidupan seorang muslim. Hal itu disampaikan Ustadz Marzuki dalam dialog interaktif bersama RRI Pro 4 Banda Aceh, Kamis 26 Februari 2026 mengatakan pentingnya evaluasi diri sebagai bekal menuju akhirat. Menurutnya, bahkan Rasulullah yang telah dijamin surga pun tetap memperbanyak introspeksi, sementara manusia biasa justru sering lalai menilai amalnya sendiri.
Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh tersebut menjelaskan bahwa muhasabah berasal dari bahasa Arab yang berarti menghitung atau mengevaluasi diri. Dalam praktiknya, seseorang menilai kembali apa saja yang telah dilakukan sejak memasuki masa baligh, saat tanggung jawab hukum agama mulai berlaku. Sejak itulah, setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
“Rasulullah saja yang sudah dijamin masuk surga masih terus bermuhasabah. Sementara kita yang belum jelas nasibnya justru jarang sekali menghitung diri. Ini yang sering membuat kita lupa diri,” ujar Ustadz Marzuki.
Ia menambahkan, semua makhluk ciptaan Allah memiliki batas waktu kehidupan. Pohon yang semula hijau dapat mengering, hewan yang kuat sekalipun tetap akan mati, begitu pula manusia. Berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan seluruh makhluk tunduk pada takdir Allah.
| Baca juga: Ini Janji ALLAH di Tarawih Malam ke-10 |
Menurutnya, Al-Qur’an telah menegaskan bahwa setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Karena itu, manusia diperintahkan untuk bertakwa dan melihat apa yang telah dipersiapkan untuk hari esok, yakni kehidupan akhirat. Bekal tersebut bukan harta, melainkan amal saleh, kebaikan, dan tanggung jawab yang telah ditunaikan semasa hidup.
“Sejak baligh, setiap amal sudah dicatat. Maka tugas kita adalah menyiapkan bekal terbaik. Lihat arah tujuan hidup kita, bukan hanya dunia, tapi akhirat. Apa yang kita bawa nanti di yaumil kiamah, itulah yang menentukan,” jelasnya.
Melalui pesan tersebut, Ustadz Marzuki mengajak masyarakat untuk menjadikan muhasabah sebagai kebiasaan harian, baik dalam ibadah maupun perilaku sosial. Ia berharap refleksi diri dapat membentuk pribadi yang lebih bertakwa dan bertanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....