Jaga Pahala Puasa, Jangan Hanya Tahan Lapar dan Haus
- 28 Feb 2026 21:39 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Ustaz Marsudin dari Dinas Syariat Islam Aceh menegaskan bahwa puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembinaan jiwa untuk melahirkan pribadi yang sabar dan mampu mengendalikan hawa nafsu. Hal itu disampaikannya dalam lanjutan tausiyah bersama RRI Banda Aceh Pro 4.
Menurutnya, menjaga pahala puasa berarti tidak hanya mempuasakan perut, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dan batin dari perbuatan yang dapat merusak nilai ibadah tersebut.
“Jangan hanya menahan lapar dan haus. Anggota tubuh juga harus berpuasa, termasuk hati dan lisan,” ujarnya.
Ia mengutip sabda Rasulullah SAW tentang lima perkara yang dapat menghapus pahala puasa, salah satunya adalah dusta atau berbohong.
“Dusta itu dapat membatalkan nilai pahala puasa. Kadang orang tidak sadar, terutama ketika bercanda atau berbincang santai,” katanya.
Ustaz Marsudin mencontohkan kebiasaan sebagian orang yang menyelipkan cerita tidak benar dalam percakapan sekadar untuk mencairkan suasana atau membuat orang lain tertawa. Menurutnya, candaan yang mengandung kebohongan tetap termasuk perbuatan yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa.
| Baca juga: Kemenag Aceh Besar Santuni Anak Yatim |
“Niatnya mungkin hanya bercanda, tetapi kalau sudah melenceng dari kebenaran, itu tetap tidak dibenarkan,” tegasnya.
Ia mengingatkan umat Islam agar lebih berhati-hati dalam menjaga lisan selama Ramadan. Sebab, esensi puasa adalah latihan pengendalian diri secara menyeluruh, baik secara fisik maupun spiritual.
Melalui momentum Ramadan, Ustaz Marsudin mengajak masyarakat untuk tidak hanya fokus pada ibadah ritual, tetapi juga memperbaiki akhlak dan menjaga integritas diri agar pahala puasa tetap utuh hingga akhir bulan suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....