Aceh Torehkan Empat Emas di Kejurnas Anggar Nasional

  • 15 Okt 2025 18:24 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh : Provinsi Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam dunia olahraga nasional setelah sukses menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar 2025 yang digelar di Hall Anggar Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. Ajang bergengsi ini diikuti oleh 380 atlet dari 18 provinsi dan dilanjutkan dengan Indonesia Open yang turut menghadirkan atlet dari enam negara tetangga.

Husaini, Sekretaris Umum Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Aceh, menyebut keberhasilan Aceh menyelenggarakan dua ajang besar tersebut sebagai bukti kesiapan daerah dalam menggelar event olahraga nasional bahkan internasional. “Pelaksanaan Kejurnas berlangsung lancar dan tertib. Antusiasme peserta dan masyarakat sangat tinggi, terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang datang menyaksikan pertandingan,” ujarnya dalam program Banda Aceh Pagi Ini di RRI Pro 1 Banda Aceh, Jum’at (10/10/2025).

Husaini menilai momentum Kejurnas menjadi sarana penting untuk memperluas basis pembinaan atlet muda di kabupaten dan kota. Hingga kini, Aceh telah memiliki 18 Pengurus Cabang (Pengcab) aktif, termasuk yang baru terbentuk di Kabupaten Simeulue. “Kami berencana menggelar pelatihan pelatih dan wasit sebelum akhir tahun ini agar cabang olahraga anggar bisa berkembang merata di seluruh Aceh,” jelasnya.

Namun, Husaini mengakui masih ada tantangan dalam memperluas pembinaan di sejumlah daerah. “Anggar bukan olahraga populer seperti sepak bola atau voli yang diajarkan di sekolah. Karena itu, kami menggandeng dinas pendidikan dan sekolah untuk memperkenalkannya sejak dini,” katanya.

Sementara itu, Zulfikar, S.T., Wakil Ketua IV IKASI Aceh,menyebutkan bahwa kontingen tuan rumah berhasil meraih empat medali emas, dua perak, dan lima perunggu pada Kejurnas. “Capaian ini mencerminkan konsistensi kekuatan atlet Aceh di level elit. Hasil PON kemarin masih tercermin pada Kejurnas tahun ini,” ungkapnya.

Zulfikar menambahkan bahwa keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan fasilitas yang memadai. Venue anggar di Banda Aceh bahkan disebut oleh Pengurus Besar IKASI sebagai salah satu yang terbaik di Asia Tenggara. “Dengan fasilitas yang ada, saatnya kita menatap masa depan. Kita ingin terus meningkatkan prestasi sekaligus mengembangkan SDM pelatih dan wasit,” ujarnya.

Zulfikar menambahkan, pasca-PON XXI di Aceh-Sumut 2024, minat masyarakat terhadap olahraga anggar meningkat signifikan. Setiap hari, sekitar 60 atlet muda rutin berlatih di Hall Anggar Banda Aceh. “Dulu hanya belasan orang, sekarang mencapai puluhan. Ini bukti bahwa regenerasi atlet mulai terbentuk,” ujarnya optimistis.

Ke depan, IKASI Aceh menargetkan peningkatan pembinaan di daerah serta memperluas jaringan klub di tingkat sekolah dan komunitas. Dukungan dari pemerintah daerah dan sektor swasta diharapkan terus menguat agar olahraga anggar semakin dikenal dan berprestasi.

“Dukungan itu akan datang jika kita terus menunjukkan prestasi,” tegas Zulfikar. “Kami ingin menjadikan Aceh bukan hanya tuan rumah yang sukses, tapi juga pusat prestasi anggar Indonesia.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....