Masa Depan Tak Pasti, Vinales Tunggu Keputusan KTM
- 19 Jun 2026 22:31 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Masa depan Maverick Vinales di ajang MotoGP masih menjadi tanda tanya besar. Pembalap asal Spanyol tersebut mengaku berada dalam situasi sulit karena belum mendapatkan kepastian dari KTM terkait kelanjutan kariernya setelah musim 2026 berakhir.
Vinales kini harus menunggu keputusan pabrikan asal Austria tersebut untuk menentukan nasibnya. Kondisi itu membuat posisinya semakin rumit, mengingat pergerakan bursa pembalap MotoGP berjalan cepat dan sejumlah kursi untuk musim berikutnya mulai terisi.
Hubungan KTM dengan sejumlah pembalap dalam beberapa tahun terakhir memang kerap menjadi perhatian. Sebelumnya, Johann Zarco, Raul Fernandez, hingga Remy Gardner juga pernah mengalami proses perpisahan yang tidak mudah setelah menjalani negosiasi panjang terkait kontrak mereka.
Situasi serupa kini dirasakan Vinales. Setelah meninggalkan tim pabrikan Aprilia dan bergabung bersama Tech3 KTM pada musim 2025, pembalap asal Girona itu masih terikat klausul yang membuatnya belum dapat mengambil keputusan bersama tim lain hingga batas waktu tertentu.
KTM memiliki pilihan untuk mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak sehingga Vinales tetap bertahan satu musim lagi bersama Tech3. Namun, apabila opsi tersebut tidak diambil, pembalap berusia 31 tahun itu berpeluang kehilangan tempat di grid MotoGP 2027.
Di tengah proses pemulihan cedera bahu yang dialaminya sejak kecelakaan pada Grand Prix Jerman, Vinales tidak menutupi rasa kecewanya terhadap ketidakjelasan situasi yang sedang berlangsung.
"Saya selalu menunjukkan loyalitas kepada KTM," kata Vinales, dikutip dari Motorsport.
"Saat musim dingin, saya diberi tahu bahwa saya akan berada di tim pabrikan. Kemudian saya ditempatkan di Tech3. Sekarang saya bahkan tidak tahu posisi saya sebenarnya," ujarnya.
Vinales mengaku memiliki kesempatan untuk mencari opsi lain, namun memilih tetap menghormati kesepakatan bersama KTM. Ia menegaskan tidak ingin melanggar kontrak meskipun masa depannya belum mendapatkan kepastian.
"Saya sebenarnya bisa saja menandatangani kontrak dengan tim lain, meskipun ada pembatasan dalam kontrak saya, tetapi saya tidak melakukannya," ucapnya.
Mantan pembalap Suzuki, Yamaha, dan Aprilia tersebut menyadari keputusan akhir saat ini berada di tangan KTM. Namun, ia berharap situasi tersebut segera menemukan kejelasan agar dirinya bisa fokus kembali mengejar performa terbaik.
"Saya sebenarnya bisa menyelesaikan masa depan saya saat musim dingin, bukan sekarang. Tim meminta hasil ketika saya sedang cedera. Mungkin saat ini saya belum bisa tampil pada level terbaik, tetapi dalam dua bulan saya akan mampu melakukannya," katanya.
Musim 2026 menjadi perjalanan ke-12 Vinales di kelas utama MotoGP. Selama berkarier di kategori premier, ia sudah membela empat pabrikan berbeda dan mencatat kemenangan bersama Suzuki, Yamaha, serta Aprilia.
KTM menjadi satu-satunya pabrikan yang belum berhasil mengantarkannya meraih kemenangan. Namun, ambisi tersebut kini dibayangi ketidakpastian mengenai masa depannya.
"Saya memiliki kontrak yang mengharuskan saya menunggu sampai tanggal tertentu. Saya tidak melanggar kesepakatan apa pun. Saya hanya bisa menunggu karena memang tidak ada pilihan lain," ujar Vinales.
Kekecewaan Vinales semakin bertambah setelah mengetahui dirinya tidak dilibatkan dalam tes pascabalapan di Brno. Tes tersebut menjadi momen penting untuk mencoba prototipe MotoGP 2027 dengan mesin baru berkapasitas 850 cc serta penggunaan ban Pirelli.
KTM justru memilih Pedro Acosta untuk menjalani kesempatan tersebut. Hal yang membuat Vinales kecewa bukan hanya keputusan tim, tetapi cara informasi tersebut sampai kepadanya.
"Saya mengetahui bahwa saya tidak akan mengikuti tes itu dari media. Bukan dari tim," ungkapnya.
Meski berada dalam situasi sulit, Vinales menegaskan belum memiliki rencana meninggalkan MotoGP. Ia masih ingin melanjutkan karier dan mengejar targetnya di level tertinggi balap motor dunia.
"Saya tidak melihat diri saya berada di World Superbike. Dalam dunia balap motor, MotoGP adalah tempat di mana saya ingin mewujudkan semua tujuan saya. Jika saya meninggalkan ajang ini, maka sudah waktunya menikmati hidup," tutup Vinales.
Sumber: Motorsport
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....