PLTS 100 GWp Jadi Strategi Kemandirian Energi

  • 26 Agt 2026 10:49 WIB
  •  Banda Aceh
Poin Utama
  • • PLTS 100 GWp menjadi strategi pemerintah menuju kemandirian energi nasional.
  • • Program berpotensi menghemat APBN lebih dari Rp73 triliun dan diesel 6 juta kiloliter per tahun.
  • • PLTS 100 GWp ditargetkan menciptakan 5,52 juta lapangan kerja dan mengurangi emisi karbon 140,16 juta ton CO2 per tahun.

RRI.CO.ID, Bali — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong kemandirian energi nasional.

Bahlil mengatakan, Indonesia memiliki modal penting untuk menjalankan program tersebut karena telah memiliki industri panel surya serta industri baterai penyimpanan listrik atau Battery Energy Storage System (BESS) di dalam negeri.

"Terlebih lagi, Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai penyimpanan listrik/BESS di dalam negeri, sehingga melalui PLTS 100 GWp kita betul-betul akan berdiri di atas kaki kita sendiri," ujar Bahlil dalam acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, Selasa.

Menurut Bahlil, sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi surya. Penguatan industri panel surya dan sistem penyimpanan energi baterai di dalam negeri menjadi salah satu fondasi untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Program PLTS 100 GWp juga diarahkan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan. Berdasarkan laporan Menteri ESDM, pemanfaatan energi surya melalui program tersebut berpotensi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih dari Rp73 triliun per tahun, karena biaya listrik PLTS lebih rendah dibandingkan pembangkit berbahan bakar diesel maupun gas.

Selain itu, program tersebut diproyeksikan menghemat penggunaan bahan bakar diesel hingga 6 juta kiloliter per tahun secara nasional, termasuk sekitar 500 ribu kiloliter per tahun di Bali.

Dari sisi ekonomi, proyek PLTS 100 GWp diproyeksikan menciptakan 5,52 juta lapangan kerja secara akumulatif, yang terdiri atas 3,5 juta lapangan kerja di industri panel surya dan BESS serta sekitar 2 juta lapangan kerja di sektor konstruksi.

Bahlil menambahkan, program tersebut juga berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 140,16 juta ton CO2 per tahun, dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengejar target pembangunan energi surya tersebut. Presiden menyampaikan pembangunan 100 GWp energi surya merupakan target besar yang membutuhkan kerja sama kementerian, BUMN, dan berbagai pihak terkait.

"Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun," kata Presiden Prabowo.

Pemerintah berharap percepatan pembangunan PLTS 100 GWp dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri energi terbarukan, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan emisi karbon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....