Menteri Bahlil: Pasokan BBM Nasional Aman, Pastikan Minyak Subsidi tidak Bakal Naik

  • 11 Jul 2026 16:42 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman di tengah ketidakpastian geopolitik global yang memengaruhi sektor energi. Pemerintah juga telah mengalihkan sebagian sumber impor minyak dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara di Afrika dan Amerika Latin sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan pasokan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Aceh di Banda Aceh, Sabtu 11 Juli 2026.

Menurut Bahlil, konflik yang terjadi di Timur Tengah, mulai dari ketegangan Iran dengan Amerika Serikat hingga konflik Israel-Palestina dan situasi di Lebanon, menciptakan ketidakpastian global yang berdampak pada stabilitas ekonomi dan sektor energi dunia.

"Dinamika geopolitik yang tidak menentu berdampak pada ekonomi dan stabilitas kawasan, terutama terhadap persoalan energi. Kalau istilah kita di Papua itu, seperti diserang penyakit malaria, kita tidak tau kapan naik demam, kapan sembuh," kata Bahlil.

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini mengonsumsi sekitar 1,6 juta barel BBM per hari. Sementara produksi minyak nasional (lifting) hanya berkisar 600 ribu hingga 610 ribu barel per hari sehingga kebutuhan sekitar satu juta barel masih harus dipenuhi melalui impor.

"Kita tahu semua bahwa pada saat awal bulan puasa, itu adalah detik-detik sebagai Menteri SDM yang enggak bisa tidur nyenyak. Kenapa? Karena kita konsumsi BBM kita, total konsumsi per day, per hari itu 1,6 juta barel per day. Kita itu cuman lifting kita cuma 600 juta barel, sampai 610 ribu. Kita impor kurang lebih sekitar 1 juta. Sementara sebagian yang kita impor ini dari Middle East, dari Selat Hormuz. Maka setelah dari situ, kita memetakan agar impor-impor minyak kita yang dari Middle East kita alihkan ke Afrika. Ke beberapa negara di Afrika. Untung aja di Afrika itu kan model pejabatnya seperti orang Papua. Hitam seperti saya. Jadi pada saat saya Zoom sama mereka, mereka pikir mungkin kita ini satu keluarga. Jadi dikasih juga gitu kan," beber Ketua Umum Partai Golkar itu.

Sebelumnya, sebagian besar impor minyak Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang rentan terdampak konflik. Kondisi tersebut, kata Bahlil, mendorong pemerintah melakukan diversifikasi sumber pasokan energi.

"Kami memetakan agar impor minyak dari Timur Tengah dialihkan ke beberapa negara di Afrika dan Amerika Latin," ujarnya.

Bahlil menyebut kebijakan tersebut membuat pasokan energi nasional tetap terjaga. Saat ini, impor dari Timur Tengah telah dihentikan dan kebutuhan minyak dipenuhi dari negara-negara lain, sementara impor dari kawasan Asia Tenggara lebih banyak berupa produk BBM jadi.

"Alhamdulillah sampai sekarang untuk BBM aman, tidak ada persoalan. Jadi masyarakat tidak perlu ragu karena cadangan kita juga sangat baik," katanya.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, Bahlil juga menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

"Dan alhamdulillah sampai sekarang untuk BBM clear, tidak perlu ada persoalan apa-apa. Jadi enggak usah ragu-ragu Bapak/Ibu semua. Cadangan kita juga sangat bagus. Dan jauh lebih penting daripada itu adalah harga BBM subsidi, sampai dengan 100 dolar harga ICP, Insya Allah tidak akan kita naikkan, karena itu adalah kepentingan rakyat," ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memantau perkembangan geopolitik global sekaligus memperkuat strategi ketahanan energi nasional agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengganggu stabilitas pasokan maupun harga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....