Sambai Oen Peugaga Kuliner Tradisional Khas Aceh Menu Favorit Berbuka
- 20 Feb 2026 15:43 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Pusat jajanan takjil di Jalan Tuanku Pulo Dibaroh, tepatnya di kawasan dekat kantor Pegadaian Banda Aceh, mulai dipadati warga yang berburu menu berbuka puasa selama Ramadan.
Keramaian biasanya mulai terlihat sejak pukul 16.00 WIB. Warga berdatangan untuk membeli berbagai makanan dan minuman segar yang dijajakan pedagang, mulai dari takjil ringan hingga makanan berat untuk berbuka.
Di lokasi ini, sekitar 50 lapak pedagang menawarkan beragam kuliner, termasuk makanan tradisional khas Aceh seperti sie reuboh, leumang, dan sambai on peugaga. Selain itu, tersedia juga aneka kuliner kekinian yang diminati berbagai kalangan.
Salah satu pedagang, Husna, yang menjual sambai oen peugaga mengatakan kuliner tradisional tersebut masih menjadi favorit masyarakat. Menurutnya, sambai oen peugaga memiliki keunikan tersendiri karena diracik dari 44 jenis dedaunan dan dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan.
“Setiap Ramadan, sambai on peugaga selalu dicari pembeli. Banyak yang suka karena selain rasanya khas, juga baik untuk kesehatan,” ujarnya.
Meskipun disebut ‘sambal’, sambai oen peugaga lebih mirip dengan penganan urap. Hidangan tradisional Aceh ini merupakan warisan leluhur yang unik, kaya akan cita rasa dan manfaat kesehatan.
Sambai oen peugaga terbuat dari daun pegagan (Centella Asiatica), sebuah tumbuhan merambat yang tumbuh di daerah Aceh. Tumbuhan ini memiliki beragam khasiat, termasuk meningkatkan konsentrasi, meningkatkan daya ingat, dan bahkan membantu mengobati masuk angin. Biasanya, dedaunan untuk racikan yang terdiri dari 44 dedaunan ini diperoleh dari pematang sawah atau tempat-tempat yang teduh dan sejuk.
Di bulan Ramadan, Sambai Oen Peugaga menjadi hidangan yang sangat dicari oleh masyarakat Aceh. Banyak yang menganggapnya sebagai hidangan yang wajib ada di meja berbuka puasa, karena selain lezat, juga dianggap memberikan kesehatan bagi yang memakannya.
Pusat jajanan takjil ini tidak hanya dikunjungi umat Muslim, tetapi juga masyarakat non-Muslim yang turut berburu aneka kuliner. Keberadaan sentra takjil tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi musiman yang membantu meningkatkan pendapatan pedagang selama bulan Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....