Sie Reuboh Tetap Jadi Primadona saat Iduladha
- 31 Mei 2026 10:13 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Momentum Iduladha selalu identik dengan melimpahnya daging kurban di berbagai daerah. Di Aceh, sebagian masyarakat masih mempertahankan tradisi mengolah daging kurban menjadi sie reuboh, kuliner khas yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sie reuboh dikenal sebagai hidangan berbahan dasar daging sapi yang dimasak bersama campuran rempah dan cuka aren. Proses memasaknya yang relatif lama menghasilkan cita rasa gurih dengan sentuhan asam yang khas.
Kuliner ini kerap menjadi pilihan keluarga saat Iduladha karena mampu mengolah daging dalam jumlah banyak. Selain lezat, sie reuboh juga dipercaya dapat bertahan lebih lama dibandingkan olahan daging biasa jika disimpan dengan baik.
Penggunaan rempah seperti cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, dan jahe menjadi salah satu ciri utama hidangan tersebut. Sementara cuka aren memberikan aroma serta rasa yang membedakannya dari masakan daging lainnya.
Di tengah hadirnya berbagai kreasi kuliner modern berbahan daging, keberadaan sie reuboh tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Aceh. Hidangan ini tidak hanya dinikmati sebagai makanan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya daerah.
Banyak keluarga menjadikan momen memasak sie reuboh sebagai aktivitas bersama setelah pembagian daging kurban. Kegiatan tersebut turut mempererat kebersamaan sekaligus menjadi sarana mengenalkan warisan kuliner kepada generasi muda.
Selain disajikan saat hari raya, sie reuboh juga kerap dihidangkan pada berbagai acara keluarga dan kegiatan adat. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional tersebut masih memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Momentum Iduladha menjadi kesempatan untuk kembali mengenal kekayaan kuliner daerah yang telah bertahan selama bertahun-tahun. Melalui sie reuboh, nilai tradisi, kebersamaan, dan kearifan lokal terus terjaga di tengah perkembangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....