Virus Ebola: Bagaimana Cara Penularan dan Seberapa Berbahayakah?

  • 01 Sep 2026 12:36 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh-Virus Ebola merupakan penyebab penyakit Ebola, yaitu penyakit infeksi yang tergolong langka tetapi dapat menyebabkan kondisi berat dan berakibat fatal. Virus ini termasuk dalam genus Orthoebolavirus dari keluarga Filoviridae. Dilansir melalui laman kemenkes Memahami Ebola bukan hanya soal ilmu pengetahuan murni. Ini adalah kewajiban kemanusiaan.

Setiap wabah yang terjadi di pedalaman Afrika bisa, dalam hitungan hari di era penerbangan global, menjadi ancaman internasional. Investasi dalam penelitian dasar, pengembangan obat, vaksin lintas-spesies, surveilans ekologi, dan penguatan kapasitas laboratorium di negara-negara endemik adalah investasi dalam keamanan kesehatan global kita semua. EBOV tidak menunggu kita siap—dan sudah waktunya kita berhenti sekadar bertahan dan mulai benar-benar memahaminya. (dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D.)

Penularan Ebola dapat bermula dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi, terutama hewan liar seperti kelelawar buah, primata, dan beberapa satwa hutan lainnya. Setelah masuk ke manusia, virus dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita, maupun benda yang telah terkontaminasi cairan tubuh tersebut. Ebola tidak menyebar melalui udara seperti flu biasa, dan penderita umumnya mulai menularkan virus setelah muncul gejala.

Gejala Ebola biasanya muncul secara tiba-tiba setelah masa inkubasi sekitar 2 hingga 21 hari. Gejala awal dapat berupa demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Selanjutnya, penderita dapat mengalami muntah, diare, nyeri perut, ruam, serta gangguan fungsi ginjal dan hati. Perdarahan internal maupun eksternal juga dapat terjadi pada sebagian pasien, meskipun perdarahan bukan selalu merupakan gejala awal.

Karena gejalanya pada tahap awal dapat menyerupai penyakit lain seperti malaria atau demam tifoid, Ebola tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan adanya infeksi. Penanganan sedini mungkin sangat penting karena perawatan suportif, termasuk rehidrasi dan pengendalian gejala, dapat meningkatkan peluang pasien untuk bertahan hidup. Untuk penyakit yang disebabkan oleh Ebola virus, saat ini juga tersedia vaksin dan terapi tertentu.

Pencegahan Ebola membutuhkan kewaspadaan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, terutama saat terjadi wabah. Masyarakat dianjurkan menghindari kontak langsung dengan penderita atau jenazah yang diduga terinfeksi tanpa perlindungan yang sesuai, menjaga kebersihan tangan, serta mengikuti arahan petugas kesehatan. Dengan deteksi dini, pelacakan kontak, perawatan yang tepat, vaksinasi ketika sesuai, dan keterlibatan masyarakat, penyebaran Ebola dapat dikendalikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....