Ketergantungan Emosional dalam Pacaran Berisiko Ganggu Kesehatan Mental
- 01 Agt 2026 11:20 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Founder Aceh Flexi School, Esti Wulansari, mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan pacaran sebagai sumber utama motivasi maupun kebahagiaan. Pesan tersebut disampaikannya dalam dialog Obrolan Santai Islami (OSSI) Pro 2 RRI Banda Aceh bertajuk "Bukan Hanya Soal 'Jangan', Indahnya Aturan Islam Menjaga Relasi", Kamis 30 Juli 2026.
Menurut Esti, setiap orang memang membutuhkan motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk saat belajar atau bekerja. Namun, motivasi yang seluruhnya bergantung kepada pasangan justru dapat memicu ketergantungan emosional sehingga seseorang mudah kehilangan semangat ketika hubungan tersebut berakhir.
"Kebutuhan akan motivasi itu valid. Hanya saja ketika kita menyandarkan kebutuhan itu kepada orang lain, menurut kami sendiri apakah itu sehat? Tidak," ujarnya. Ia menambahkan, "Jangan pernah menggantungkan kebahagiaan kamu kepada manusia," sebagai pengingat agar setiap individu tetap memiliki kendali atas kebahagiaan dan masa depannya sendiri.
Esti menjelaskan, hubungan yang belum terikat secara resmi juga rentan memunculkan kecemasan, kelelahan emosional, hingga rasa memiliki yang berlebihan terhadap pasangan. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi relasi yang tidak sehat apabila masing-masing pihak mulai mengendalikan atau membatasi kebebasan pasangannya.
Ia juga menyoroti maraknya kasus love bombing yang belakangan banyak diperbincangkan di media sosial. Menurutnya, perhatian atau perlakuan yang berlebihan pada awal hubungan sering dimanfaatkan untuk membangun ketergantungan emosional sebelum akhirnya berubah menjadi perilaku manipulatif yang merugikan korban.
"Percaya sama diri kita bahwa kita tuh mampu untuk keluar dari hubungan toksik itu," kata Esti. Ia mengajak siapa pun yang sedang berada dalam hubungan tidak sehat untuk tidak merasa terjebak dan segera mencari pertolongan serta dukungan agar dapat keluar dari kondisi tersebut.
Di akhir dialog, Esti mengajak generasi muda membangun motivasi dari tujuan hidup, pengembangan diri, dan kedekatan kepada Allah, bukan semata-mata dari hubungan asmara. Menurutnya, seseorang yang mampu berdiri di atas kekuatan dirinya sendiri akan lebih siap membangun hubungan yang sehat, saling menghargai, dan bertanggung jawab ketika memasuki jenjang pernikahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....