Sifat Kepribadian dan Pengalaman Hidup rupanya Menentukan Isi Mimpi Kita

  • 11 Agt 2026 18:35 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa mimpimu selalu penuh kejadian aneh dan tidak masuk akal ? Ternyata jawabannya bukan kebetulan belaka, melainkan cerminan dari siapa dirimu sesungguhnya.

Sebuah studi besar yang dipublikasikan di jurnal Nature baru saja membongkar rahasia di balik konten mimpi manusia. Tim peneliti dari Italia menganalisis lebih dari 3.300 laporan mimpi dan pengalaman sehari-hari dari 207 orang dewasa selama empat tahun penuh.

Ketika AI Turun Tangan Membaca Mimpi

Menariknya, penelitian ini tidak mengandalkan cara lama yang lambat dan repot. Para peneliti justru memanfaatkan kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan LLaMA untuk membaca dan menilai ribuan cerita mimpi secara otomatis.

Setiap laporan dianalisis dari enam belas sisi berbeda, mulai dari seberapa aneh jalan ceritanya hingga seberapa kuat emosi yang terkandung di dalamnya. Hasilnya, mesin AI ini ternyata punya "selera" penilaian yang sangat mirip dengan penilaian manusia asli.

Dunia Mimpi: Serba Visual, Serba Ganjil

Dibandingkan dengan pikiran saat kita terjaga, dunia mimpi ternyata jauh lebih hidup secara visual namun juga jauh lebih absurd. Saat bangun, otak kita sibuk berpikir dan merenung, tapi begitu tertidur, kita justru berubah menjadi penonton pasif dari drama yang berjalan sendiri di kepala.

Bayangkan saja, tingkat keanehan dalam mimpi jauh melampaui apa pun yang pernah kita alami saat sadar. Suasana emosional dalam mimpi pun cenderung lebih gelap dan lebih intens dibanding kehidupan nyata sehari-hari.

Kepribadianmu Membentuk Mimpimu

Ternyata, orang yang menganggap mimpi itu penting dan bermakna justru mengalami mimpi yang lebih detail dan hidup. Sebaliknya, mereka yang cuek soal mimpi cenderung punya pengalaman tidur yang biasa-biasa saja dan mudah dilupakan.

Selain itu, orang-orang yang gemar melamun di siang hari rupanya juga membawa kebiasaan itu ke alam mimpi mereka. Semakin sering seseorang melamun saat terjaga, semakin sering pula latar dan suasana dalam mimpinya berubah-ubah secara tiba-tiba.

Jejak Pandemi yang Terekam dalam Tidur

Bagian paling menarik dari riset ini adalah temuan soal dampak pandemi COVID-19 terhadap alam bawah sadar manusia. Selama masa lockdown ketat berlangsung, mimpi orang-orang dipenuhi tema keterbatasan gerak dan muatan emosi yang jauh lebih berat dari biasanya.

Untungnya, luka psikologis ini tidak bertahan selamanya di dalam mimpi responden. Seiring waktu berjalan hingga empat tahun kemudian, isi mimpi perlahan kembali normal, sejalan dengan mereda dan berakhirnya krisis kesehatan global tersebut.

Bukan Sekadar Kebetulan Semata

Dari seluruh temuan ini, satu hal menjadi jelas bahwa mimpi bukanlah kumpulan gambar acak tanpa arti. Ia adalah hasil perpaduan unik antara kepribadian bawaan seseorang dan pengalaman besar yang pernah dilalui bersama dunia di sekitarnya.

Meski begitu, para peneliti mengingatkan bahwa hasil ini masih bersifat korelasi, bukan hubungan sebab-akibat yang mutlak. Riset lanjutan tentu masih dibutuhkan untuk benar-benar memahami bagaimana otak manusia merajut cerita-cerita fantastis setiap kali kita memejamkan mata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....