Overthinking hingga Tertawa Keras Dapat Memperparah Asma
- 08 Jul 2026 10:59 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Serangan asma tidak hanya dipicu oleh alergi seperti debu atau serbuk sari, tetapi juga dapat dipengaruhi faktor nonalergi, termasuk aktivitas fisik berlebihan hingga kondisi emosional seperti tertawa dan menangis secara berlebihan.
Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Hermina Aceh Besar, Dr. Nurfitriani, mengatakan saluran napas penderita asma bersifat hiperesponsif sehingga mudah bereaksi terhadap berbagai pemicu, baik yang berasal dari lingkungan maupun kondisi tubuh.
"Asma tidak hanya dipicu faktor alergi. Ada juga pemicu nonalergi, misalnya aktivitas fisik yang berlebihan, emosi yang berlebihan, tertawa terlalu keras, menangis berlebihan, bahkan stres atau overthinking juga bisa memicu serangan asma," ujar Nurfitriani dalam program Asokaya RRI Pro 4 Banda Aceh, Sabtu (4/7/2026).
Ia menjelaskan, ketika seseorang tertawa atau menangis secara berlebihan, udara kering lebih banyak masuk melalui mulut menuju saluran pernapasan. Kondisi tersebut dapat memicu pelepasan sel-sel inflamasi pada saluran napas sehingga menyebabkan kekambuhan pada penderita asma.
"Udara yang masuk melalui mulut saat tertawa atau menangis berlebihan dapat memicu reaksi peradangan di saluran napas yang memang sudah sangat sensitif," katanya.
Menurut Nurfitriani, hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa penderita asma dianjurkan menghindari aktivitas atau kondisi yang dapat memicu respons berlebihan pada tubuh.
Selain itu, ia menegaskan bahwa tidak semua keluhan sesak napas merupakan gejala asma. Menurutnya, asma memiliki karakteristik yang khas sehingga perlu dibedakan dengan penyakit lain yang juga menyebabkan gangguan pernapasan.
"Belum tentu semua sesak napas adalah asma. Biasanya asma ditandai sesak yang sering muncul pada malam hari, diawali rasa berat di dada dan batuk yang memiliki karakteristik berbeda dengan batuk akibat flu biasa," jelasnya.
Nurfitriani mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan dirinya menderita asma hanya karena mengalami sesak napas. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan sekaligus menentukan penanganan yang tepat.
Ia juga mengingatkan penderita asma untuk mengenali berbagai faktor yang dapat memicu kekambuhan, baik pemicu alergi maupun nonalergi, sehingga serangan dapat dicegah dan kualitas hidup tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....