Hepatitis Bisa tanpa Gejala, Masyarakat Diimbau Rutin Periksa Kesehatan

  • 08 Agt 2026 14:16 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh melalui program Dialog Klinik Angkasa membahas penyakit hepatitis dengan tema “Hepatitis: Diam-Diam Mengintai, Kenali Sebelum Terlambat!”, Sabtu 8 Agustus 2026

Hepatitis merupakan peradangan pada organ hati yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus. Beberapa jenis hepatitis dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas sehingga seseorang terkadang tidak menyadari dirinya telah terinfeksi.

“Hepatitis perlu diwaspadai karena pada sebagian kasus seseorang bisa saja tidak merasakan gejala yang berarti. Karena itu, pemeriksaan kesehatan menjadi penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko,” jelas dr. Andrio Gunawan dalam dialog bersama RRI.

Pembahasan juga menyoroti sejumlah gejala yang dapat muncul, seperti mudah lelah, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, perubahan warna urine menjadi lebih gelap, hingga kulit dan mata yang menguning. Namun, gejala tersebut tidak selalu muncul pada setiap penderita.

Menurut dr. Andrio, masyarakat tidak seharusnya menunggu munculnya gejala berat untuk memeriksakan kondisi kesehatan.

“Jangan menunggu sampai muncul keluhan berat. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, langkah penanganan dapat dilakukan dengan lebih tepat,” ungkapnya.

Selain mengenali gejala, dialog juga membahas pentingnya memahami cara penularan hepatitis. Untuk jenis hepatitis tertentu, penularan dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, sementara hepatitis B dan C antara lain dapat menular melalui paparan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi.

Masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memastikan penggunaan alat medis yang aman, serta mengikuti imunisasi hepatitis sesuai anjuran tenaga kesehatan.

“Pencegahan merupakan bagian yang sangat penting. Masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang benar mengenai hepatitis agar tidak mudah percaya pada informasi yang keliru dan dapat mengambil langkah kesehatan yang tepat,” tambah dr. Andrio.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....