Kenali Manfaat Vitamin A bagi Tumbuh Kembang Anak

  • 23 Jul 2026 10:11 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Vitamin A adalah satu vitamin larut lemak yang esensial untuk fungsi tubuh yang optimal. Istilah vitamin A (juga disebut preformed vitamin A atau retinoid) umumnya digunakan untuk merujuk kepada sekelompok senyawa yang memiliki aktivitas biologis semua trans retinol . Ada dua bentuk utama dari vitamin A yang ditemukan dalam makanan yakni retinoid dan karotenoid.

Retinoid ini adalah bentuk vitamin A yang berasal dari produk hewani. Contoh makanan yang mengandung retinoid termasuk hati, telur, dan produk-produk susu. Sedangkan karotenoid adalah bentuk provitamin A yang berasal dari tanaman, seperti beta-karoten. Beta-karoten dapat diubah menjadi retinol (bentuk aktif vitamin A) setelah dikonsumsi oleh tubuh. Sumber makanan beta-karoten meliputi wortel, ubi jalar, bayam, dan brokoli.

Dikutip dari laman Kalbarprov, Secara alami vitamin A dalam bahan pangan berupa preformed vitamin A yang biasanya berasal dari bahan makanan hewani dan juga berupa provitamin A atau biasa disebut karotenoid yang berasal dari sayuran dan buah-buahan. Bahan makanan hewani yang kaya akan vitamin A seperti kuning telur, hati, keju, susu dan lemak hati ikan cod. Vitamin A terlibat dalam pembentukan, produksi dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit, antibodi juga integritas sel epitel pelapis tubuh.

A. Manfaat pemberian Vitamin A untuk bayi dan balita yaitu:

- Mencegah kebutaan pada anak (xeroftalmia).

- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit dari infeksi saluran pernapasan atas campak dan diare.

- Menurunkan risiko kemartian pada bayi dan balita 24%.

- Menurunkan angka kejadian dan keparahan penyakit diare.

- Menurunkan anemia.

B. Metabolisme Vitamin A Dalam Tubuh

Metabolisme vitamin A dalam tubuh manusia adalah proses yang melibatkan sejumlah reaksi biokimia yang mengubah bentuk-bentuk vitamin A yang berbeda menjadi bentuk aktif yang dapat digunakan oleh tubuh. Vitamin A dalam makanan dapat hadir dalam bentuk retinol (bentuk aktif), retinal, dan retinoat, serta dalam bentuk pro-vitamin A seperti beta-karoten. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam metabolisme vitamin A :

- Pencernaan dan absorpsi : Proses dimulai di saluran pencernaan. Retinol dan retinil ester dalam makanan hewani, serta beta-karoten dalam makanan tumbuhan, dipecah dan dilepaskan selama pencernaan. Retinol dan retinil ester diserap langsung oleh usus halus, sementara beta-karoten diserap sebagai pro-vitamin A dan dikonversi menjadi retinol dalam usus halus.

- Transportasi : Setelah diserap, vitamin A dan beta-karoten diangkut oleh protein pengangkut khusus (retinol-binding protein atau RBP) ke hati

- Pengangkutan ke jaringan : dari hati, vitamin A dan beta-karoten yang diubah menjadi retinol diangkut ke jaringan tubuh, di mana mereka dapat digunakan untuk berbagai fungsi. Selanjutnya, retinol bergabung dengan protein pengangkut lain, yaitu transthyretin (TTR), untuk pengangkutan lebih lanjut ke berbagai jaringan seperti mata, kulit, dan organ lainnya.

- Konversi ke bentuk aktif : Di dalam jaringan, seperti retina mata, retinol dikonversi menjadi retinal, yang diperlukan untuk pembentukan pigmen visual yang penting untuk penglihatan dalam kondisi cahaya rendah

- Fungsi dalam mata : Retinal yang dihasilkan dari vitamin A memainkan peran penting dalam mengaktifkan sel-sel penglihatan dan berkontribusi pada penglihatan malam.

- Fungsi dalam kulit dan pertumbuhan : Retinol juga digunakan dalam kulit dan memainkan peran penting dalam memelihara kesehatan kulit, serta dalam pertumbuhan dan perkembangan sel dan jaringan

C. Kekurangan Vitamin A

- Buta senja : Buta senja adalah kondisi dimana mata tidak mampu menyesuaikan diri secara sempurna di ruangan atau di tempat dengan pencahayaan yang minim sehingga retina mata hanya bisa menangkap cahaya remang-remang saja yang menimbulkan efek gelap pada penglihatan.

- Kelainan membran mukosa : Defisiensi vitamin A akan menimbulkan kelainan pada membran mukosa yang dimana membran mukosa akan mengalami fase keratinisasi, sehingga membran mukosa tersebut mengalami pengerasan serta mengering. Hal ini menyebabkan selsel mati pada membran mukosa mengalami penumpukan karena telah mengering yang dimana jika dibiarkan lambat laun akan mengakibatkan infeksi pada membran mukosa.

- Kulit kering dan bersisik : Vitamin A juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kulit menjadi kering, bersisik, dan rentan terhadap infeksi kulit.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....