Kenali Gluten dan Dampaknya bagi Kesehatan
- 23 Jul 2026 10:07 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Gluten terdapat pada tanaman cereal atau biji-bijian, seperti biji gandum, yang memiliki komposisi struktur utama terdiri dari protein kompleks. Gluten merupakan struktur komponen protein pada tanaman biji-bijian yang tidak hanya ada pada gandum, tetapi juga ditemukan pada barley atau jelai. Biji-bijian tersebut biasa digunakan dan dikonsumsi dalam bentuk tepung dan/atau produk turunannya.
Dikutip dari laman dinkes.kalbarprov, Secara fisik gluten dapat dikenali dengan mudah, saat anda membuat adonan dari campuran air dan tepung gandum lalu kemudian adonan tersebut dicuci bersih, maka pati gandum akan hilang dan yang tersisa adalah gluten yang kenyal. Gluten adalah nama latin untuk "glue", yang menyatakan sifat lengkat seperti lem, kental dan kenyal. Gandum atau tepung gandum sangat umum digunakan pada banyak makanan modern yang diproses, misalkan untuk penambah volume, untuk memadatkan, untuk melapisi, untuk proses fermentasi dan lain sebagainya.
Mengutip dari artikel ilmiah oleh Niland dan Cash (2018), gluten merujuk pada keluarga protein yang banyak terdapat dalam biji-bijian seperti gandum dan jelai. Sifatnya yang elastis dan kenyal, membuat tepung bergluten cocok dijadikan adonan membuat roti, pasta, kue, dan pastry. Selain itu, melansir Healthline.com, gluten juga terdapat pada makanan olahan lainnya seperti kecap, saus salad, keripik, minuman keras, dan beberapa daging olahan.
Konsumsi sereal yang mengandung gluten oleh manusia, dimulai sekitar ribuan tahun yang lalu, menghadirkan evolusi pada DNA yang menyebabkan timbulnya gangguan atau penyakit pada manusia yang berhubungan dengan konsumsi gluten, dan lazim disebut gluten-related disorder.
Gangguan akibat gluten yang paling terkenal adalah Alergi gandum (Wheat Allergy, WA) dan Celiac Disease (CD). Permasalahan kesehatan akibat konsumsi gluten ini, juga kerap dihubungkan dengan penyakit lainnya, seperti diabetes, lupus, kanker ataupun dengan masalah lainnya, seperti schizophrenia, autism dan ADHD.
Selain itu, gangguan kesehatan seperti gangguan pencernaan, gangguan lambung, infeksi tenggorokan, alergi, hingga malnutrisi juga mungkin terjadi. Bahkan, ada beberapa kondisi medis yang mengharuskan seseorang untuk membatasi bahkan menghindari makanan bergluten. Salah satunya adalah celiac, penyakit autoimun yang membuat sistem imunitas menyerang usus kecilnya ketika mencerna gluten.
Manfaat Bebas Gluten
Bebas gluten atau dikenal gluten free adalah diet yang diperuntukan untuk orang-orang yang memiliki masalah kesehatan jika mengkonsumsi gluten, seperti : penyakit celiac, autoimun, intoleransi gluten, seperti kasus yang terjadi pada anak dengan autisme.
Manfaat diet bebas gluten, diantaranya : meningkatkan energi, menjaga berat badan, menghilangkan kembung, mengurangi radang sendi, sakit kepala, depresi, intoleransi laktosa dan meningkatkan kesehatan tulang.
Pada beberapa opini orang tua atau Keluarga MPATI yang sudah melaksanakan diet ini, mereka merasakan bahwa proses intervensi (terapi) yang diberikan lebih terasa manfaatnya. Karena proses penyerapan nutrisi di usus menjadi lebih baik pada anak dengan autisme. Sehingga tubuh terasa lebih sehat dan baik dalam beraktivitas.
Bagaimana, apakah anda sudah paham kenapa orang-orang mulai membatasi konsumsi gluten? Yuk utamakan makanan berbahan alami tanpa pemrosesan berlebih yang pastinya aman dari gluten.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....