Regulasi Emosi Jadi Kunci Mewujudkan Keluarga Sehat Mental

  • 02 Jul 2026 08:01 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Sinergi antara keluarga dan sekolah menjadi faktor utama dalam membangun kesehatan mental anak sejak usia dini. Hal tersebut disampaikan dalam program Siereuboh bertema "Membangun Keluarga Sehat Mental" yang disiarkan RRI Pro 4 Banda Aceh pada Selasa, 30 Juni 2026.

Terapis Mental Health Depth Therapy, Zakiah Annisa Fitri, mengatakan orang tua perlu memahami bahwa setiap emosi yang dirasakan anak merupakan hal yang wajar. Menurutnya, tugas orang tua bukan menghilangkan emosi tersebut, melainkan membantu anak mengenali dan mengelolanya dengan baik.

"Kita kenali dulu, kita validasi perasaannya, kemudian kita bimbing dan kita arahkan," ujar Zakiah. Ia menjelaskan proses tersebut akan membantu anak memahami apa yang sedang dirasakan sebelum mengambil tindakan yang dipengaruhi emosi.

Zakiah mengatakan banyak orang tua masih terbiasa melarang anak menangis ketika sedang sedih. Padahal, menurutnya, menangis merupakan salah satu bentuk pelepasan emosi yang sehat sehingga anak tidak menyimpan beban perasaan terlalu lama.

"Biarkan dulu dia menangis, setelah emosinya selesai baru kita nasihati," katanya. Ia menilai validasi terhadap perasaan anak akan membuat mereka lebih mudah menerima arahan dibandingkan ketika emosi masih memuncak.

Selain itu, Zakiah mengingatkan orang tua agar tidak ragu meminta maaf apabila melakukan kesalahan kepada anak. Sikap tersebut justru dapat memperkuat hubungan emosional sekaligus mengurangi potensi munculnya trauma dalam proses pengasuhan.

Ia berharap masyarakat tidak lagi menganggap kesehatan mental sebagai sesuatu yang tabu untuk dibicarakan. Menurutnya, keluarga yang mampu saling mendengar, saling memahami, dan mengelola emosi dengan baik akan menjadi tempat terbaik bagi tumbuh kembang anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....