Pasien Pasca ICU Butuh Dukungan Fisik dan Mental
- 17 Mei 2026 23:42 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pasien yang menjalani perawatan ICU membutuhkan pemulihan panjang setelah keluar dari ruang intensif. Kondisi itu tidak hanya berdampak pada fisik pasien, tetapi juga mental dan keluarga.
Dokter Rumah Sakit Hermina Aceh, dr. Vira Farhati, MSc menjelaskan pasien ICU pernah mengalami kondisi kritis mengancam nyawa. Karena itu, proses pemulihan harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Perjuangan pasien tidak berhenti setelah keluar dari ICU. Justru fase panjang dimulai saat pasien pulang,” katanya, Sabtu, 16 Mei 2026.
| Baca juga: Langkah Sederhana Mengatasi Hipertensi |
Ia menyebut pasien pasca ICU rentan mengalami Post Intensive Care Syndrome atau PICS. Kondisi itu meliputi gangguan fisik, emosional, mental, hingga penurunan fungsi kognitif.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat dialami keluarga pasien. Beban mendampingi pasien selama masa kritis dinilai memengaruhi kondisi psikologis keluarga.
“Pasien dan keluarga bisa mengalami kelelahan mental, emosional, bahkan gangguan kecemasan,” ujarnya.
Vira mengatakan sebagian pasien pulang dengan alat bantu medis tertentu. Di antaranya selang makan, kantong urine, hingga alat bantu napas.
Karena itu, keluarga harus memahami cara perawatan pasien di rumah. Edukasi tersebut diberikan tenaga medis sebelum pasien dipulangkan.
Ia menambahkan pasien pasca ICU membutuhkan pemantauan rutin. Pemantauan dapat dilakukan melalui kontrol berkala maupun layanan home care.
“Dukungan keluarga sangat penting untuk membantu kualitas hidup pasien tetap baik,” ucapnya.
Selain dukungan fisik, pasien juga membutuhkan pendampingan spiritual dan emosional. Hal itu penting untuk mencegah trauma setelah menjalani perawatan intensif.
Dialog kesehatan tersebut berlangsung dalam program Asokaya RRI Banda Aceh. Kegiatan terlaksana melalui kerja sama RRI Banda Aceh dan Rumah Sakit Hermina Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....