Begini Proses Kerusakan Telinga akibat Paparan Suara Keras Berlebihan

  • 28 Apr 2026 07:55 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kerusakan telinga akibat paparan suara keras terjadi melalui proses yang kompleks di dalam organ pendengaran. Bagian dalam telinga memiliki struktur yang sangat sensitif terhadap getaran suara.

Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok – Kepala dan Leher (THT-KL) dr. Musmuliadi, Sp THT menjelaskan, didalam telinga terdapat gendang telinga, tulang pendengaran, dan bagian yang disebut rumah siput. Struktur ini bekerja bersama untuk mengubah getaran suara menjadi sinyal yang dapat dipahami otak.

“Rumah siput di dalam telinga berisi cairan dan sel rambut halus yang berfungsi menangkap getaran suara. Sel-sel ini sangat penting dalam proses pendengaran manusia,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI, Sabtu 25 April 2026.

Menurut Musmuliadi, suara keras yang masuk ke telinga dapat mengganggu keseimbangan cairan di dalam rumah siput. Kondisi ini menyebabkan fungsi sel rambut menjadi tidak stabil.

Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti minyak dan air yang tercampur akibat getaran keras. Perubahan ini membuat sistem di dalam telinga menjadi terganggu.

Gangguan tersebut kemudian memengaruhi kemampuan telinga dalam menerima dan mengolah suara. Akibatnya, pendengaran dapat mengalami penurunan secara bertahap.

Sel rambut di dalam telinga juga dapat mengalami kerusakan akibat paparan suara berlebihan. Kerusakan ini dapat terjadi karena kurangnya suplai oksigen dan aliran darah.

Disebutkannya, ketika sel rambut rusak, kemampuan pendengaran tidak dapat bekerja secara optimal. Kondisi ini dapat bersifat sementara maupun permanen tergantung tingkat kerusakan.

Paparan suara keras yang terus-menerus meningkatkan risiko gangguan pendengaran serius. Oleh karena itu, perlindungan terhadap telinga menjadi sangat penting.

Dengan demikian, suara keras dapat merusak sistem pendengaran melalui gangguan pada sel rambut di rumah siput. Kesadaran masyarakat diperlukan untuk menjaga kesehatan telinga sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....