Kesuburan Tak Bisa Ditunda, Gaya Hidup Jadi Penentu Utama
- 13 Apr 2026 18:07 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kesuburan merupakan bagian penting kesehatan reproduksi yang tidak boleh diabaikan pasangan. Gaya hidup modern dinilai menjadi faktor utama yang memengaruhi tingkat kesuburan saat ini.
Hal tersebut disampaikan Prof. Dr.dr. Rajuddin, Sp.OG(K), Subsp.FER dalam Dialog Klinik Angkasa, Sabtu, 11 April 2026. Ia menegaskan kesuburan bukan hanya urusan pasangan menikah, tetapi kesehatan individu sejak dini.
“Kesuburan bukan sesuatu yang dapat ditunda karena memiliki konsekuensi biologis,” ujar Rajuddin. Ia menyebut usia menjadi faktor utama dalam menentukan peluang kehamilan seseorang.
Menurutnya, usia reproduksi sehat berada pada rentang 20 hingga 35 tahun. Pada usia tersebut, kualitas sel telur dan peluang kehamilan masih berada pada kondisi optimal.
Rajuddin menjelaskan, banyak pasangan menunda kehamilan karena karier dan pendidikan. Padahal, penundaan tersebut berisiko menurunkan peluang memiliki keturunan secara alami.
Selain usia, kesuburan juga dipengaruhi pola makan, hormon, serta penyakit tertentu. Gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan kurang tidur turut memperburuk kondisi reproduksi.
“Kesuburan adalah hasil interaksi usia, kualitas sperma, ovulasi, dan fungsi organ reproduksi,” katanya. Ia menambahkan faktor lingkungan dan informasi juga memengaruhi kesehatan reproduksi sejak remaja.
Rajuddin menyebut infertilitas atau ketidaksuburan merupakan penyakit yang harus ditangani secara medis. Ia menyarankan pasangan segera memeriksakan diri jika belum memiliki anak setelah satu tahun menikah.
Ia juga mengingatkan bahwa faktor laki-laki berkontribusi besar terhadap kasus infertilitas. “Sekitar 50 persen kasus infertilitas berasal dari faktor laki-laki,” ujarnya.
Rajuddin mengimbau masyarakat menjaga pola hidup sehat sejak dini. Ia menekankan pentingnya tidak menunda perencanaan keluarga demi memperoleh generasi yang berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....