Tips Cegah Berat Badan Naik usai Lebaran
- 29 Mar 2026 20:24 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kenaikan berat badan setelah Lebaran kerap dikeluhkan masyarakat.
Dalam lima hari pertama, kenaikan 1 hingga 3 kilogram masih tergolong normal.
Sekretaris PDGKI, Dokter Viona dalam Dialog Klinik Angkasa Sabtu 28 Maret 2026 menjelaskan, kenaikan itu dipicu air, glikogen, dan sisa makanan. Namun jika lebih dari itu, perlu diwaspadai karena berpotensi menjadi lemak.
Ia mengatakan, penurunan metabolisme saat Ramadan menjadi salah satu penyebab utama.
Kondisi ini diperparah jika tidak diimbangi aktivitas fisik.
| Baca juga: Manfaat Talas untuk Kesehatan |
Menurutnya, minggu ketiga dan keempat puasa membuat metabolisme tubuh sangat rendah.
Akibatnya, makanan yang dikonsumsi lebih mudah disimpan sebagai lemak.
Setelah Lebaran, kebiasaan makan berlebih memperburuk kondisi tersebut.
Asupan kalori tinggi, minim aktivitas, dan pola makan tidak teratur menjadi kombinasi berbahaya.
Ia menilai konsumsi karbohidrat sederhana menjadi faktor dominan. Contohnya gula, sirup, kue kering, dan tepung olahan. “Karbohidrat sederhana cepat sekali berubah menjadi lemak,” ujarnya.
Hal ini berbeda dengan karbohidrat kompleks seperti sayur dan buah. Dokter Viona menegaskan, konsumsi gula pasir sebaiknya dibatasi. Dalam sehari, maksimal hanya tiga sendok makan.
Ia juga mengingatkan pentingnya olahraga selama Ramadan.
Waktu terbaik adalah sore menjelang berbuka puasa.
Selain itu, kebiasaan sahur lalu langsung tidur perlu dihindari. Kondisi ini dapat memperlambat metabolisme tubuh. Ia menekankan bahwa makan sedikit bukan jaminan berat badan turun. Tubuh tetap membutuhkan asupan seimbang untuk bekerja optimal
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....