Orang Tua Diminta Waspadai Gangguan Pendengaran Anak
- 28 Feb 2026 20:51 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Kesadaran orang tua dalam merawat kesehatan telinga dan pendengaran anak menjadi kunci penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal. Hal itu disampaikan oleh dr. Dina Alia, Sp.THT-KL., Ph.D, dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan–Kepala dan Leher (THT-KL) sekaligus staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, dalam dialog “Klinik Angkasa” Programa 1 RRI Banda Aceh, Sabtu 28 Februari 2026.
Dalam dialog bertema “Rawat Telinga dan Pendengaran untuk Setiap Anak” tersebut, dr. Dina menegaskan bahwa gangguan pendengaran pada anak sering kali tidak disadari sejak awal. Padahal, pendengaran berperan penting dalam perkembangan bahasa, kemampuan belajar, hingga interaksi sosial.
“Orang tua perlu peka terhadap tanda-tanda awal gangguan pendengaran, seperti anak tidak merespons saat dipanggil, keterlambatan bicara, atau sering menaikkan volume televisi terlalu keras,” ujar dr. Dina.
| Baca juga: Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan |

Ia menjelaskan bahwa deteksi dini sangat menentukan keberhasilan penanganan. Pemeriksaan pendengaran, terutama pada bayi baru lahir dan balita, sebaiknya dilakukan sedini mungkin. “Semakin cepat ditemukan, semakin baik peluang intervensi dan rehabilitasi,” katanya.
Selain deteksi dini, dr. Dina juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan telinga dengan cara yang benar. Ia menekankan agar orang tua tidak membersihkan liang telinga anak menggunakan benda tajam atau cotton bud terlalu dalam karena berisiko mendorong kotoran semakin masuk atau bahkan melukai gendang telinga.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyoroti paparan kebisingan yang kini semakin umum, terutama akibat penggunaan gawai dan earphone pada anak. Paparan suara keras dalam jangka panjang, kata dia, dapat merusak sel-sel pendengaran secara permanen. “Batasi penggunaan earphone dan pastikan volumenya tidak melebihi 60 persen dari kapasitas maksimal,” sarannya.
Dialog interaktif yang dipandu penyiar RRI itu juga diwarnai dengan pertanyaan dari pendengar mengenai infeksi telinga berulang pada anak. Menanggapi hal tersebut, dr. Dina menjelaskan bahwa infeksi yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada gangguan pendengaran sementara maupun permanen. Oleh karena itu, konsultasi ke dokter spesialis THT-KL sangat dianjurkan bila anak mengalami keluhan nyeri telinga, keluar cairan, atau demam disertai gangguan pendengaran.
Menurut dr. Dina, peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam membangun kesadaran akan kesehatan pendengaran. Edukasi yang tepat dapat mencegah terjadinya gangguan yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup anak.
“Merawat telinga dan pendengaran bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga tentang memastikan anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkomunikasi, dan berkembang secara optimal,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....