Ibu Hamil Perlu Cerdas Berpuasa Demi Kesehatan Janin
- 22 Feb 2026 00:15 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Ibu hamil perlu cerdas menjalankan puasa demi menjaga kesehatan diri dan janin. Prinsip ini disampaikan Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.OG (K) Sub Sp.FER dalam Dialog Klinik Angkasa, Sabtu, 21 Februari 2026.
dr. Rajuddin menjelaskan puasa Ramadan merupakan perintah bagi umat beriman. Namun, ibu hamil mendapat keringanan sesuai kondisi kesehatannya.
“Wanita hamil boleh tidak berpuasa jika dikhawatirkan membahayakan dirinya atau janin,” ujarnya. Ia menegaskan Islam tidak membebani di luar kemampuan.
Ia menjelaskan terdapat tiga pandangan fikih terkait puasa ibu hamil. Pertama, digolongkan seperti orang sakit yang wajib mengganti puasa.
Kedua, ibu hamil yang merasa tidak kuat tetap wajib membayar fidyah. Selain fidyah, puasa yang ditinggalkan tetap harus diganti.
Ketiga, ibu hamil dengan penyakit penyerta wajib qada dan membayar fidyah. Kondisi itu berlaku bila terdapat risiko medis signifikan.
Secara medis, puasa memiliki tiga fase adaptasi tubuh. Fase awal merupakan tahap adaptasi biologis dan detoksifikasi.
Pada fase ini tubuh memakai cadangan energi setelah lambung kosong. Namun, janin tidak boleh kekurangan asupan gizi selama proses tersebut.
“Janin tidak boleh dipuasakan karena kebutuhan nutrisinya harus terpenuhi,” katanya. Ia mengingatkan kekurangan gizi berdampak pada tumbuh kembang bayi.
Memasuki fase kedua dan ketiga, tubuh mencapai peremajaan dan stabilisasi. Kondisi ini bermanfaat bila asupan sahur dan berbuka terpenuhi seimbang.
Ia menyarankan ibu hamil mengonsumsi protein, serat, dan cairan cukup. Pola minum enam hingga delapan gelas per malam perlu diterapkan disiplin.
Ia juga mengingatkan agar tidak memaksakan diri berpuasa. Bila muncul keluhan atau gerak janin berkurang, sebaiknya segera berbuka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....