Edukasi Orang Tua Ubah Stigma Operasi Jantung Anak

  • 08 Feb 2026 08:32 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Edukasi masyarakat berperan penting mengubah stigma pengobatan penyakit jantung bawaan pada anak. Kesadaran orang tua meningkat, namun keberanian menjalani operasi masih menjadi tantangan.

Hal tersebut disampaikan Prof. DR. dr. Herlina Dimiati, SpA Subsp Kardio(K) dalam Dialog Klinik Angkasa, Sabtu, 7 Februari 2026. Ia menilai edukasi rutin memberi dampak nyata terhadap deteksi dan kesadaran orang tua.

“Setiap tahun kami terus memberi edukasi, dan dampaknya terlihat besar karena orang tua semakin sadar,” ujarnya. Namun, lanjutnya, sebagian besar masih memilih pengobatan medikamentosa.

Menurut Prof. Herlina, pengobatan optimal penyakit jantung bawaan memerlukan tindakan koreksi atau operasi. “End point pengobatan agar jantung bekerja optimal adalah menutup kebocoran,” katanya.

Data Rumah Sakit Umum Zainul Abidin menunjukkan peningkatan pasien jantung anak setiap tahun. Kenaikan terjadi pada layanan rawat jalan maupun rawat inap.

Ia mengungkapkan, pada Januari lalu dua bayi dengan jantung bawaan kritis tidak tertolong. Kedua bayi tersebut ditemukan berusia di bawah tujuh hari.

Deteksi dini telah dilakukan melalui pemeriksaan saturasi oksigen. Namun, keterbatasan layanan operasi dan penolakan orang tua menghambat penanganan lanjutan.

“SDM sebenarnya ada, tetapi layanan pascaoperasi belum lengkap sehingga harus dirujuk,” ucapnya. Sayangnya, tidak semua keluarga bersedia melanjutkan rujukan.

Prof. Herlina berharap orang tua lebih berani mengambil keputusan medis. “Operasi justru bisa menyelamatkan kerja jantung anak sejak dini,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....