Penyakit Jantung Bawaan Anak Kerap Luput Dari Perhatian
- 08 Feb 2026 06:21 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Penyakit jantung bawaan pada anak masih kerap luput dari perhatian masyarakat dan keluarga. Kondisi ini berpotensi menyebabkan keterlambatan diagnosis serta penanganan medis yang tepat.
Dokter jantung anak menilai rendahnya kesadaran dipicu minimnya pemahaman dampak jangka panjang penyakit tersebut.
Selain itu, masih banyak keluarga yang menganggap jantung bocor bisa sembuh sendiri.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Kardiologi, Prof. DR. dr. Herlina Dimiati, SpA Subsp Kardio(K), menyebut asumsi tersebut keliru.
“Anggapan jantung bocor bisa menutup sendiri dengan nutrisi itu salah,” katanya.
Ia menjelaskan penyakit jantung bawaan terbagi dua, yakni tipe sianotik dan asianotik. Kasus yang tidak menunjukkan warna biru justru lebih sering terjadi.
Menurut Herlina, anak dengan jantung bocor sering tampak sehat pada awalnya. Namun, gejala muncul berupa berat badan sulit naik dan infeksi pernapasan berulang.
Pada bayi, tanda lain terlihat saat menyusu terputus-putus karena mudah lelah. Kondisi ini kerap membuat orang tua terlambat membawa anak ke fasilitas kesehatan.
Herlina menegaskan obat tidak dapat menutup kebocoran jantung pada anak.
“Tata laksananya harus melalui operasi atau intervensi kardiologi,” ujarnya.
Melalui tindakan tersebut, tumbuh kembang anak dapat kembali optimal. Anak dengan jantung bocor yang ditangani tepat dapat hidup aktif seperti anak seusianya.
Edukasi penyakit jantung bawaan terus digencarkan bertepatan Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan. Peringatan ini berlangsung pada 7 hingga 14 Februari 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....