Ketergantungan AI Mulai Mengubah Karakter Belajar Siswa
- 31 Agt 2026 14:36 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin mudah diakses mulai membawa perubahan terhadap pola belajar dan karakter pelajar. Kemudahan memperoleh jawaban dalam waktu singkat dinilai berpotensi membuat sebagian pelajar tidak lagi terbiasa menjalani proses berpikir secara mandiri.
Ketua Kaderisasi PD PII Banda Aceh, Akbar, dalam dialog interaktif di RRI Pro 2 Banda Aceh, Rabu 5 Agustus 2026 mengatakan perubahan tersebut terlihat dari kebiasaan pelajar yang kini cenderung langsung menggunakan AI ketika menghadapi pertanyaan atau tugas. Menurutnya, teknologi yang semestinya menjadi alat bantu justru berisiko menjadi tempat bergantung apabila digunakan tanpa proses berpikir terlebih dahulu.
“Banyak pelajar atau mahasiswa sekarang ketika mendapatkan sesuatu, mereka langsung mencari jawabannya dari AI. Jadi mereka tidak berpikir lagi, karena jawabannya sudah tersedia dengan cepat,” ujar Akbar.
Ia menilai kondisi tersebut tidak berarti seluruh pelajar kehilangan kemampuan berpikir. Sebagian masih memiliki keinginan untuk mencari tahu dan menyelesaikan persoalan, namun terkadang mereka tidak mengetahui harus mencari jawaban dari mana. Kehadiran AI kemudian menjadi pilihan paling mudah karena mampu memberikan informasi secara instan.
“Memang ada pelajar yang berpikir, tetapi mereka mungkin tidak tahu harus mendapatkan jawabannya dari mana. Akhirnya mereka menggunakan AI dan lama-kelamaan hal itu menjadi kebiasaan,” katanya.
Akbar mengingatkan, jika pola tersebut terus berlangsung tanpa kontrol, karakter belajar pelajar dapat berubah menjadi semakin bergantung pada jawaban instan. Karena itu, AI menurutnya perlu ditempatkan sebagai pendamping dalam proses belajar, sementara kemampuan membaca, berdiskusi, menganalisis dan menemukan jawaban secara mandiri tetap harus dipertahankan.
“Sekarang apa-apa sudah ketergantungan dengan AI. Jadi yang harus kita jaga adalah jangan sampai kemudahan teknologi membuat pelajar kehilangan kebiasaan untuk berpikir dan berusaha menemukan jawaban dengan kemampuan mereka sendiri,” ujar Akbar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....