Bayi ternyata Bisa Mengingat, Sains Ungkap Rahasianya
- 20 Agt 2026 00:53 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Coba ingat-ingat, apa kenangan pertamamu? Kebanyakan orang akan menggeleng bingung, sebab otak manusia seolah menghapus total rekaman tiga tahun pertama kehidupan.
Fenomena ini disebut infantile amnesia, dan selama puluhan tahun para ilmuwan meyakini penyebabnya sederhana: hipokampus bayi belum cukup matang untuk merekam kenangan. Bayi dianggap seperti kamera rusak yang belum bisa memotret apa pun secara utuh.
Namun sebuah studi terbaru di jurnal Science mematahkan asumsi lawas tersebut. Tim peneliti dari Universitas Yale, dipimpin Tristan Yates dan Nicholas Turk-Browne, menemukan bukti bahwa otak bayi justru sudah aktif merekam memori sejak usia satu tahun.
Untuk membuktikannya, tim memindai otak 26 bayi berusia 4 hingga 25 bulan menggunakan mesin MRI fungsional saat mereka terjaga. Ini bukan pekerjaan mudah, mengingat bayi terkenal sulit diam dan gampang rewel di ruang pemindaian yang bising.
Selama sesi berlangsung, para bayi diperlihatkan sederet foto baru sambil aktivitas otak mereka direkam secara detail. Beberapa saat kemudian, foto yang sama ditampilkan lagi berdampingan dengan foto baru untuk melihat mana yang lebih lama mereka tatap.
Hasilnya cukup mengejutkan para peneliti sendiri. Ketika hipokampus menunjukkan lonjakan aktivitas saat sebuah foto pertama kali muncul, bayi cenderung menatap lebih lama pada foto itu saat ditampilkan kembali kemudian.
Pola ini menjadi sinyal kuat bahwa proses pengodean memori atau encoding memang sudah berjalan sejak usia sekitar satu tahun. Dengan kata lain, mesin pembentuk kenangan pada otak bayi ternyata sudah menyala jauh lebih awal dari yang selama ini diperkirakan.
Lantas jika bayi mampu membentuk kenangan, mengapa kita tidak bisa mengingatnya sama sekali saat dewasa? Di sinilah letak temuan paling menarik dari riset ini, karena masalahnya bukan pada proses perekaman melainkan pada proses pemanggilan kembali.
Turk-Browne menjelaskan bahwa kenangan masa bayi kemungkinan tidak lenyap begitu saja dari otak. Ada kemungkinan memori tersebut tetap tersimpan namun jalur untuk mengaksesnya kembali menjadi terputus seiring pertumbuhan otak.
Gagasan ini bahkan membuka spekulasi yang terdengar seperti fiksi ilmiah, yaitu kemungkinan kenangan masa bayi bisa "dibangunkan" kembali di kemudian hari. Meski begitu, para peneliti menegaskan gagasan ini masih butuh banyak riset lanjutan sebelum bisa dibuktikan secara meyakinkan.
Perlu dicatat pula bahwa studi ini baru melibatkan 26 bayi, jumlah yang tergolong kecil untuk klaim sebesar ini. Penelitian juga hanya menguji ingatan jangka pendek dalam hitungan menit, bukan membuktikan kenangan tersebut bertahan hingga bertahun-tahun kemudian.
Meski begitu, temuan ini tetap mengguncang teori lama tentang perkembangan otak anak. Selama ini banyak orang tua dan pendidik meyakini interaksi dengan bayi di bawah satu tahun "tidak akan diingat" sehingga dianggap kurang berarti secara kognitif.
Riset semacam ini mengingatkan bahwa dunia dalam kepala bayi jauh lebih kompleks daripada yang terlihat dari luar. Barangkali suatu hari nanti, sains bisa membantu kita melirik kembali kenangan yang selama ini tersembunyi sejak dari buaian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....