AI Perlu Dimanfaatkan Bijak agar Kognitif Tetap Terlatih
- 16 Agt 2026 19:13 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Penggunaan kecerdasan buatan (AI) perlu dilakukan secara bijak agar tidak menghambat perkembangan kemampuan kognitif manusia. AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan menggantikan proses berpikir manusia.
Psikolog Rumah Sakit Hermina Aceh, Silvia Eva Juarni, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan kemampuan kognitif mencakup kemampuan mengingat, menilai, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Kemampuan tersebut perlu terus distimulasi agar berkembang sesuai tahapan usia.
Menurut Silvia, penggunaan AI secara berlebihan dapat membuat seseorang kurang terlatih menyelesaikan masalah secara mandiri. Kondisi tersebut terutama berisiko bagi anak yang masih berada dalam tahap perkembangan kognitif.
Ia menjelaskan, kemampuan kognitif berkembang melalui stimulasi dan pengalaman, termasuk proses mencoba, melakukan kesalahan, serta mencari solusi. Proses tersebut melatih pemecahan masalah, ketelitian, dan daya tahan anak.
Silvia menyebut usia tujuh hingga sebelas tahun menjadi masa penting dalam perkembangan kognitif anak. Pada usia tersebut, anak membutuhkan banyak eksplorasi dan stimulasi dari lingkungan sekitarnya.
Ia menekankan, orang tua memiliki peran penting dalam menjaga stimulasi kognitif anak di tengah kemudahan teknologi. Orang tua dapat menyisihkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk mengulang pelajaran bersama anak.
Di sisi lain, Silvia mengatakan AI tetap memiliki manfaat apabila digunakan sesuai kebutuhan. Teknologi tersebut dapat membantu menganalisis informasi, menghemat waktu, menambah wawasan, serta menjadi sumber ide atau pendapat kedua.
Ia mengingatkan masyarakat tidak menyerahkan seluruh pekerjaan kepada AI, terutama pekerjaan yang sebenarnya mampu diselesaikan sendiri. Menurutnya, manusia perlu mengeluarkan ide dan menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum meminta bantuan AI.
Silvia berharap generasi mendatang mampu memanfaatkan AI tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mandiri. Menurutnya, keterlibatan orang tua juga penting untuk membantu anak mengatur waktu belajar, bermain, dan menggunakan teknologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....